Reses, Cahyo temukan tiga PR untuk dilakukan pembenahan di Kota Surabaya

Surabaya, MercuryFM – Tiga pekerjaan rumah (PR) yang harus menjadi perhatian di kota Surabaya. PR ini meliputi kelompok rentan, persoalan pendidikan hingga infrastruktur. Hal ini yang didapat anggota DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso setelah menggelar reses ke III tahun 2025 selama seminggu di 6 titik di Kota Surabaya.

“Alhamdulillah hari ini kami sudah menjalankan titik terakhir reses periode tahun 2025 ini. Dari hasil penyerapan aspirasi perhatian terhadap kelompok rentan, persoalan pendidikan hingga infrastruktur masih menjadi tantangan Surabaya sebagai kota metropolitan dan pusat ekonomi Indonesia Timur,” katanya usai reses di  Simogunung Kramat Timur, Surabaya, Senin (24/11/25) malam.

Persoalan kelompok rentan seperti lanjut usia, perempuan, anak, dan penyandang disabilitas menjadi isu mendesak yang harus ditingkatkan. Pasalnya kata Cahyo dari reses yang dilakukan, masih banyak keluhan terhadap kelompok rentan tersebut.

“Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan berbagai upaya, namun dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat juga diperlukan,” ujarnya.

“Dengan kinerja Pemkot yang sudah dilakukan terhadap mereka (kelompok rentan), ditambah koloborasi oleh Pemprov dan Pemerintah pusat, penangan mereka akan lebih bisa maksimal lagi. Ini harus kita lakukan bersama,” lanjutnya.

Sementara itu di sektir pendidikan, kata Cahyo masih ada keluhan terkait  pemerataan kualitas layanan dan infrastruktur pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.

“Anak-anak di Surabaya harus mendapatkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, aman, dan nyaman. Ini PR yang harus kita tuntaskan bersama,” katanya menegaskan.

Sedangkan terkait infrastruktur yang juga nasih dikeluhakan masyarakat, anggota Komisi E DPRD Jatim mengatakan, meski Pemkot Surabaya sudah melakukan upaya peningkatan dan perbaikan infrastruktur, namun masih ada beberapa kelemahan yang perku di benahi lagi.

Diantaranya kata Cahyo disaat musim penghujan ini, keluhan keluhan warga terkait penanganan banjir dan kemacetan masih menjadi soritan warga.

“Ini masih perlu ditingkatkan melalui pembangunan yang lebih tepat sasaran. Karenanya saya akan membicarakan ini di tingkat Provinsi kira kira apa yang bisa dibantu. Juga akan menyampaikan ke DPRD Kota Surabaya Fraksi Gerindra untuk menjadi PR diperjuangkan,” jelas pria yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Jatim.

Sementara itu, saat reses di Simogunung Kramat Timur, Surabaya, ibu rumah tangga asal

RT 6 RW 2,  Meydi mengapresiasi keberadaan program sekolah rakyat yang bisa menjadi jalan keluar masalah pendidikan bagi masyarakat miskin.

Dirinya mempertanyakan cara untuk bisa masuk sekolah rakyat, karena di lingkungannya banyak anak putus sekolah disebabkan keterbatasan ekonomi.

Selain itu ada usulan warga terkait beberapa keperluan warga di wilayah tersebut. Semisal perbaikan lapangan untuk anak anak muda serta beberapa kebutuhan warga lainnya. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist