Ikut tangani korban longsor Cilacap, Risma ingatkan warga bahaya longsor susulan

Cilacap, MercuryFM – Tri Rismaharini, Menteri Sosial RI periode 2020-2024, langsung gerak cepat (Gercep) sikapi Bencana tanah longsor yang melanda Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukahan, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.

Risma sapaan akrab Tri Rismaharini langsung ikut tangani korban longsor dan salurkan bantuan berupa pakaian, makanan, vitamin, madu, dan tenda untuk kebutuhan mendesak di lokasi bencana.

“Kalau ada barang-barang (warga) yang tempatnya tidak terkena, dibawa saja. (diamankan dan dibawa untuk mengungsi) Karena kita tidak tahu (tidak tahu, apakah ada bencana susulan setelah kejadian tanah longsor tersebut),” ujar Risma dalam rekaman video singkat dari lokasi bencana.

Mantan Walikota Surabaya dua periode, yang juga Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDIP ini, bersama Yoga Dwi Sambodho, Anggota DPRD Cilacap, turut memantau langsung proses penanganan dan memberikan dukungan kepada warga terdampak.

Seperti diketahui pada Kamis, 13 November 2025 pukul 20.00 WIB telah terjadi tanah longsor di Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukahan, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Kejadian ini menimbulkan dampak berat dengan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan.

Longsor tersebut diakibatkan oleh curah hujan intensitas tinggi serta kontur tanah yang labil di wilayah tersebut. Menurut data update dari Posko Siaga Bencana BPBD Kabupaten Cilacap per 19 November 2025 pukul 12.45 WIB, tanah longsor ini telah menimbulkan 20 korban meninggal dunia, 11 korban luka yang menjalani perawatan baik rawat jalan maupun rawat inap, dan 3 korban masih dalam pencarian. Sebanyak 16 rumah warga mengalami kerusakan dan 25 rumah lainnya terancam longsor susulan.

Secara keseluruhan, pengungsi yang dievakuasi terdampak berjumlah 1.863 jiwa dari berbagai usia dan kondisi, tersebar di beberapa titik pengungsian.

Operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan oleh berbagai unsur mulai dari Basarnas, BNPB, TNI/Polri, BPBD Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta relawan dan lembaga swadaya masyarakat. Tim SAR berfokus melakukan pencarian korban terutama pada titik-titik yang masih diduga terdapat korban tertimbun tanah longsor, dengan pengorganisasian sektor pencarian dan penyelamatan yang dipimpin langsung oleh Komandan Posko dan jajaran.

BPBD Kabupaten Cilacap dan seluruh unsur terkait terus berupaya melakukan evakuasi, penyelamatan, serta pemulihan kondisi masyarakat pasca bencana dengan memperhatikan kondisi medan yang berat, termasuk tanah yang masih bergerak dan akses yang berlumpur. Kebutuhan mendesak berupa logistik makanan, alat berat, mesin pompa air, alat pelindung diri medis, dan BBM untuk alat berat menjadi prioritas utama yang terus didatangkan ke lokasi.

Selain penanganan korban, pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Cilacap juga melakukan assessment wilayah terdampak dan potensi longsor susulan untuk mengantisipasi bencana lanjutan.

Sementara itu, upaya psikososial dan pendampingan kemanusiaan dilaksanakan untuk membantu pemulihan trauma korban dan keluarganya.Masyarakat Cilacap dan semua pihak yang terlibat diharapkan untuk terus memberikan perhatian dan dukungan hingga korban semua ditemukan dan kondisi dapat kembali pulih. Posko Bencana BPBD Kabupaten Cilacap tetap buka 24 jam untuk menerima laporan dan koordinasi bantuan kemanusiaan. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist