Tanggapi keluhan warga terkait dampak medsos bagi anak, Wakil Ketua DPRD Jatim ini minta orang tua menjadi filter

Surabaya, MercuryFM – Penggunaan media soaial yang cukup luar biasa menjadi kekhawatiran orang tua khususnya bagi anak-anak. Hal ini yang di sampaikan masyarakat saat mendatangi kegiatan reses Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono di kawasan Pucang Anom Timur Kelurahan Kertajaya Kecamatan Gubeng, Jumat (21/11/25).

Masyarakat mengkhawatirkan akan keberadaan medsos bagi perkembangan anak mereka. Sehingga mereka meminta agar Blegur swbagai wakil mereka bisa mengusulkan ada kebijakan dalam menyikapi hal perkembangan Medsos khususnya bagi anak-anak.

Blegur ketika dikonfirmasi usai gelaran reses mengatakan pihaknya bisa memahami kekhawatiran masyarakat, khususnya para orang tua terhadap penggunaan media sosial oleh anak-anak yang semakin sulit di kendalikan.

Blegur mengatakan bahwa perkembangan teknologi membuat anak-anak, termasuk yang masih duduk di bangku sekolah dasar, sudah terbiasa memegang ponsel dan mengakses berbagai aplikasi.

Menurutnya, sejumlah aplikasi memiliki keterbatasan filter sehingga rawan menampilkan konten yang tidak sesuai usia.

“Sekarang anak SD saja sudah memegang HP, sementara banyak aplikasi yang filtrasi kontennya terbatas. Karena itu orang tua harus lebih ketat mengontrol putra-putrinya,” ujar Blegur.

Peran orang tua kata Blegur sangat diperlukan untuk memfilter penggunaan medsos untuk anak-anak mereka. Dengan filter orang tua, maka akan mejadi pembekalan literasi digital sejak dini agar anak mampu menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

“Kita harus menyiapkan anak-anak agar bijak menggunakan media sosial. Hari ini dampak negatif medsos sangat banyak dan perlu diantisipasi bersama,” kata Blegur.

Dijelaskan Blegur, tidak bisa menyikapi kondisi ini dibebankan pada Pemerintah saja. Pasalnya semua akan bisa maksimal bila orang tua menjadi garda terdepan untuk lakukan filter pada anak-anaknya.

Kata Sekertaris Partai Golkar Jatim ini, meskipun pemerintah terus memperketat aturan dan pengawasan terhadap platform digital, peran keluarga dan orang tua tetap menjadi faktor kunci dalam melindungi anak dari risiko paparan konten berbahaya.

“Pemerintah memang memperketat pengawasan aplikasi, tetapi orang tua tetap harus meningkatkan pengawasan. Jangan sampai anak terpengaruh konten yang tidak perlu, termasuk perdebatan yang tidak bermanfaat di media,” tegasnya.

Dalam reses yang berlangsung cukup gayeng tersebut, masyarakat juga menyampaikan beberapa keluhan khususnya terkait persoalan di kota Surabaya. Mulai persoalan banjir, bagimana cara untuk mendapatkan permodalan usaha serta persolan yang berkaitan dengan masyarakat.

“Insyaallah apa yang dihasilkan dalam reses kali ini oleh masyarakat, masukan, usulan dan keluhan yang disampaikan akan menjadi bahan untuk kita bahas dalam menyusun kebijakan,” tegas Blegur. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist