Bojonegoro, MercuryFM – Anggota DPRD Jatim Dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tuban Bojonegoro, Fredy Purnomo meminta agar siswa-siswi untuk menghindari beberapa hal, yang itu cukup merugikan semuanya, termasuk diri sendiri.
Yakni aksi bullying antar teman yang ini merusak tatanan kekeluargaan, narkoba dan judi online (Judol) yang ini akan merusak masa depan siswa dan siswi sendiri.
“Ini harus menjadi atensi kita untuk bersama sama kita hindari. Saat ini sudah banyak Korbannya. Baik itu Bullying, narkoba dan Judol. Ini juga negara harus hadir guna ikut memperhatiakn kasus-kasus tersebut untuk pnyelamatan generasi muda,” ujar Fredy saat reses di SMK Muhammadiyah 1 Sumberejo, Bojonegoro, Kamis (20/11/25)
“Tiiga persoalan itu telah mengancam tatanan sosial masyarakat, terutama kalangan anak muda. Korbannya sudah banyak dan butuh perhatian kita semia khudusnya pemerintah sehingga Negara harus hadir,” lanjutnya.
Kasus narkoba, menurut Fredy juga cukup memprihatkan. Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jatim, mencacat peredaran Narkoba masih mengkhawatirkan di Jatim. Bakkan kalangan muda siswa-siswi juga ada yang menjadi Korban.
Terakhir temuan BNNP Jatim disalah satu wilayah Kota Surabaya, dari hasil tes urin acak, terdapat 15 anak usia SMP yang posotif Narkoba.
“Ini cukup mengagetkan. Natkotika sudah masuk disemua lini usia. Makanya saya minta peran sekolah, guru dan orang tua di Bojonegoro ini untuk lebih masif awasi pergaulan anak baik dilingkungan sekolah dan mayarakat. Jangan sampai kita kecolongan dengan kasus narkoba untuk anak-anak kebanggaan kita generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Demikin pula untuk kasus Judi Online (Judol), Politisi senior Partai Golkar ini melihat perjudian yang marak di masyarakat menjadi permasalahan yang tak pernah selesai sejak bertahun-tahun lamanya. Apalagi saat ini seiring perkembangan tekhnologi digital, praktik perjudian melalui online (Judol) semakin tidak terkontrol.
Data yang ada lanjut Fredy, Judol semakin memprihatinkan. Indonesia menjadi negara tertinggi pengguna judi online. Tercatat pemain judi online di Indonesia sebanyak 4.000.000 orang.
“Ironosnya mereka yang terjebak judi online rata-rata merupakan kelompok ekonomi menengah ke bawah. Pemain judi online, tidak hanya berasal usia dewasa tetapi juga anak-anak. Ini butuh perhatian pemerintah. Negara harus hadir,” tegasnnya.
Sedangkan terkait kasus bullying, Freddy menyampaikan bullying sering terjadi saat ini, bahkan banyak memakan jiwa.
“Aksi bullying ini merugikan korban hingga mempengaruhi psikisnya. Fenomena bullying menyebabkan pelaku bertindak semena-mena pada korban,” tandasnya.
Padahal Perilaku bullying lanjutnya, bertentangan dengan UUD 1945 pasal 28B ayat 2 berbunyi, “Menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”.
Karenanya anggota DPRD Jatim dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bojonegoro-Tuban ini meminta agar siswa siswi yang ada di SMK Muhammadiyah 1 Sumberejo khususnya dan Bojonegoro umumnya, untuk menghindari kasus bullying terhadap siswa lain yang ada disekolah.
“Termasuk para guru disini dan Bojonegoro umummya, mari kita cipatakan iklim pendidikan yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa. Mari saling jaga kebersamaan dan kekeluargaan, hidari aksi bullying di lingkungan sekolah khususnya,” pungkasnya. (Ari)

