Angkatan kerja Jatim naik jadi 24,76 juta, pengangguran turun jadi 3,88 persen

 

Surabaya, MercuryFM – Jumlah angkatan kerja di Provinsi Jawa Timur terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), per Agustus 2025 jumlah angkatan kerja di Jatim mencapai 24,76 juta orang, naik 282,42 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan ini juga mendorong Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik menjadi 73,98 persen, atau meningkat 0,53 persen poin dibandingkan Agustus 2024.

Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Zulkipli, menjelaskan bahwa peningkatan angkatan kerja ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi.

“Kenaikan TPAK menandakan semakin kuatnya dorongan masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi. Ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan tenaga kerja dan perekonomian Jawa Timur,” ujar Zulkipli.

Dari total tersebut, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 23,80 juta orang, bertambah 439,92 ribu orang dalam setahun terakhir. Peningkatan terbesar terjadi di sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang menyerap tambahan 285,90 ribu pekerja. Sebaliknya, sektor Jasa Lainnya mencatat penurunan tenaga kerja tertinggi, yakni 108,73 ribu orang.

Namun demikian, proporsi pekerja di sektor formal justru mengalami sedikit penurunan. Pada Agustus 2025, pekerja formal hanya mencapai 38,27 persen, turun 0,24 persen poin dibanding tahun sebelumnya.

Meski demikian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur justru menunjukkan tren membaik, turun menjadi 3,88 persen, atau menurun 0,31 persen poin dibandingkan Agustus 2024.

Menurut Zulkipli, penurunan angka pengangguran ini menjadi indikator membaiknya penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur.

“TPT yang turun menunjukkan pasar tenaga kerja kita semakin pulih. Namun tantangannya kini adalah meningkatkan proporsi tenaga kerja formal agar kualitas pekerjaan di Jawa Timur terus membaik,” jelasnya.

Secara keseluruhan, tren ketenagakerjaan di Jawa Timur menunjukkan arah positif dengan semakin banyak masyarakat yang bekerja, meski sebagian besar masih terserap di sektor informal.(lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist