Pertaruhan masa depan KBS: 9 calon Dirut siap uji visi konservasi dan tata kelola

Surabaya, MercuryFM – Masa depan pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS) kini memasuki fase penting setelah Pemerintah Kota Surabaya mengumumkan sembilan nama calon Direktur Utama (Dirut) yang lolos seleksi administrasi. Publik kini menunggu siapa figur yang dianggap paling layak memimpin lembaga konservasi tertua di Indonesia tersebut.

Proses seleksi yang berlangsung sejak 27 Agustus hingga 20 Oktober 2025 merupakan perpanjangan dari tahap sebelumnya. Pemkot menegaskan, seluruh tahapan tetap mengedepankan prinsip objektivitas, profesionalitas, dan transparansi.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, M. Fikser, mengatakan bahwa hasil wawancara dari peserta yang telah ikut sebelum masa perpanjangan tidak dinyatakan gugur, tetapi diintegrasikan dalam satu tahapan penilaian.

“Setiap proses seleksi dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dalam PP 54 Tahun 2017 dan Permendagri 37 Tahun 2018. Tidak ada perubahan mekanisme, semuanya tetap terbuka dan akuntabel,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).

Menurut Fikser, pembukaan informasi hasil seleksi kepada publik merupakan bagian dari komitmen Pemkot dalam memastikan bahwa posisi Dirut KBS diisi oleh figur yang tidak hanya kuat secara manajerial, tetapi juga memiliki pemahaman tata kelola konservasi satwa.

“Hasil seleksi diumumkan secara terbuka melalui kanal resmi surabaya.go.id agar masyarakat dapat mengakses dan mengikuti prosesnya,” tambahnya.

Ekspektasi Publik: Transparansi Penentuan Figur Terbaik

Dengan status KBS sebagai ikon konservasi nasional sekaligus ruang edukasi publik, penentuan pucuk pimpinan menjadi perhatian luas. Pemimpin baru diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara konservasi, edukasi, dan layanan publik.

Dalam proses seleksi administrasi, sembilan nama dinyatakan memenuhi syarat dan berlanjut ke tahap berikutnya:
Bony Fasius, Dedy Darsono Gunawan, Hariyono, Ivy Yuana, Jajeli Rois, H. Moch Unsi, Muhammad Syarifullah, Rachmad Wahyudi Wibowo, dan Yanuar Budianto.

KBS Bukan Sekadar Destinasi Wisata

Pemkot Surabaya menegaskan, tantangan bagi Dirut terpilih tidak hanya pada pengelolaan operasional, tetapi juga bagaimana memperkuat identitas KBS sebagai lembaga konservasi modern yang memenuhi standar kesejahteraan satwa.

“Masukan dari masyarakat, komunitas pecinta satwa, maupun pemerhati konservasi tetap kami perhatikan sebagai bahan evaluasi agar tata kelola KBS terus meningkat,” tutup Fikser. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist