Bandara Dhoho Kediri akan kembali beroperasi, Khusnul Arif: Maskapai super jet Lion Group sedang berproses untuk segera beroperasi disana

Surabaya, Mercury FM – Kondisi Bandara Udara Dhoho yang saat ini tidak beroperasi, akhirnya akan kembali beroperasi. Bandara baru yang ada di wilayah Kediri ini menurut Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Khusnul Arif dalam waktu dekat akan kembali melayani penerbangam domestik.

Menurut Khusnul Arif, saat ini prasarana dan sarana bandara Dhoho Kediri sudah siap. Sehingga tinggal menunggu proses yang dilakukan oleh Lion Group melalui salah satu maskapainya super jet.

“Rekomendasi slop dan flight penerbangan domestik dari Cengkareng. Dimana Lion Group melalui maskapai super jet sedang berproses dan semoga terealisasi,” ujarnya, Sabtu (11/10/25).

Sedangkan untuk rencana pelayanan penerbangan embarkasi haji, politsi partai Nasdem ini mengatakan, saat ini pihak SDHI (Surya Dhoho Investama) dan PT Angkasa Pura Indonesia sedang mempersiapkan penerbangan umroh dengan mempersiapkan administrasi bandar udara yaitu update Aerodrome Manual, Airport Security Program serta Airport Emergency Plan sebagai bandar udara internasional.

Bandara Dhoho Kediri nantinya, kata anggota DPRD Jatim dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kediri ini, juga akan melayani penerbangan internasional. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sudah mengirim surat permohonan rekomendasi dari beberapa kementerian.

“Ini dilakukan Gubernur sejak ada penetapan bandara Dhoho Kediri sebagai bandara internasional, melalui keputusan menteri perhubungan Nomor 37 tahun 2025, yang isinya tentang penetapan bandara Dhoho sebagai bandara Internasional yang keluar pada tanggal 8 Agustus 2025 lalu,” tegasnya.

Sekedar diketahui, baru sekitar setahun beroperasi, Bandara Dhoho Kediri kini berhenyi beroperasi tidak melayani penerbangan komersial dikarenakan minimnya okupansi penumpang.

Padahal, bandara yang berada di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri itu digadang-gadang sebagai proyek mercusuar pemecah konektivitas wilayah Jawa Selatan.

Dikutip dari laman dephub.go.id, bandara tersebut sekaligus sebagai bandara pertama di Indonesia yang dibangun sepenuhnya oleh swasta tanpa campur tangan anggaran pendapatan dan biaya negara (APBN).

Dari sisi spesifikasi, bandara tersebut mempunyai panjang runway atau landas pacu berukuran 3.300 x 45 meter yang cukup untuk didarati semua jenis pesawat, apron komersial berukuran 548 x 141 meter, apron VIP berukuran 221 x 97 meter, 4 taxiway, dan lahan parkir seluas 37.108 meter persegi. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist