Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni akan kawal penanganan operasi balita bojonegoro penderita Atresia Ani sampai sembuh

Surabaya, MercuryFM – Keberhasilan RSU Dr Soetomo lakukan operasi balita Nazril Izzan Khoirulloh, yang menderita Atresia Ani atau lahir tanpa anus putra pasangan Mochammad Siswanto dan Juli Astutikwarga Desa Tapelan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Dan saat ini sudah dijinkan pulang, mendapat apresiasi Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni.

Sri Wahyuni mengaku lega dengan dijinkannya bayi berusia dua tahun lima bulan tersebut pulang kembali ke Bojonegoro setelah dioperasi dan dirawat di RSU Dr Soetomo.

“Jadi Sabtu (13/9) sore, pasien sudah diperbolehkan pulang. Saya sempatkan untuk membesuk dan mendoakan agar segera diberikan kesembuhan, walaupun operasinya belum tuntas karena butuh beberapa tahap tindakan. Tapi Alhamdulillah Dr Seoetomo bisa menyelesaikan operasinya” ujar wanita yang akrab disapa Yuni ini, Senin (15/09/25).

Politisi Partai Demokrat ini mengaku siap mengawal hingga kesembuhan pasien. Yuni mengaku dirinya mendapatkan laporan bahwa warga di dapilnya (Bojonegoro) mengalami penyakit kelainan bawaan lahir.

“Mendapat informasi tersebut saya langsung mengunjungi rumah keluarga pasien untuk mengetahui kronologis awalnya seperti apa. Setelah itu, saya mencoba menyambungkan dengan pihak RSUD Dr Soetomo, Alhamdulillah direspon dan kemarin Jumat dilakukan operasi pelebaran saluran kencing dan anus. Karena sebelumnya sudah pernah dilakukan operasi pembuatan anus,” jelasnya.

Lebih lanjut Yuni mengungkapkan, karena ini merupakan penyakit kelainan bawaan lahir, operasinya memang harus bertahap.

“Insyallah saya siap mengawal pasien sampai sembuh total,” ungkapnya.

Diketahui, Atresia Ani (tidak memiliki anus) sejak lahir ini menyebabkan pasien yang kini berusia 2 tahun 5 bulan, harus dibuatkan anus. Sejak usia dua hari, Nazril telah menjalani operasi besar di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, lalu dilanjutkan operasi kedua di Kediri saat berusia tiga bulan.

Namun, pascaoperasi, kondisi Nazril semakin kompleks. Ia tidak bisa buang air kecil secara normal dan harus menggunakan kateter secara terus-menerus.

Pascaoperasi pembuatan anus, Nazril justru tidak bisa buang air kecil dan selama dua tahun terakhir, bergantung pada kateter. Ia bahkan telah menjalani kali operasi tambahan karena selang kateternya sering terlepas. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist