Surabaya, MercuryFM – Sebanyak 9.299 warga Kota Surabaya memadati Halaman Tugu Pahlawan untuk mengucapkan ikrar “Jogo Suroboyo, Jogo Indonesia”. Aksi ini menjadi simbol komitmen warga menjaga keamanan kota sekaligus membangkitkan kembali perekonomian usai aksi anarkistis yang sempat mengguncang Surabaya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa ikrar tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan tekad nyata untuk bergotong royong menjaga ketenteraman dan persatuan.
“Surabaya adalah Kota Pahlawan. Darah anak-anak Surabaya adalah darah pejuang. Maka, kita harus mempertahankan kota ini dari segala ancaman,” tegas Eri dalam sambutannya.
Eri juga menekankan bahwa Surabaya adalah milik semua warganya, bukan hanya kelompok tertentu. Ia mengapresiasi warga Wonokromo dan Bubutan yang dengan swadaya menjaga keamanan wilayah mereka saat terjadi kerusuhan.
Selain menjaga keamanan, ikrar ini juga diharapkan mampu membangkitkan roda perekonomian warga. Eri mengajak masyarakat agar tidak takut beraktivitas, termasuk membuka warung, warkop, maupun usaha kecil lainnya.
“Ini waktunya kita bangkit, kita jaga kota tercinta kita ini,” serunya.
Acara ini diinisiasi berbagai elemen masyarakat, mulai dari Karang Taruna, Pemuda Pusura, Cak Ning, BEM universitas, Pemuda Pancasila, Pramuka, Madura Asli (Madas), Muhammadiyah, PCNU, hingga komunitas ojol dan Satgas Kampung Pancasila.
Adapun lima poin ikrar warga Surabaya adalah:
1. Menjaga Surabaya tetap aman dan rukun dalam kebersamaan.
2. Menguatkan kota Surabaya sebagai jati diri warga kota dan masa depan Surabaya.
3. Menyampaikan aspirasi dengan kritis dan tidak mudah terprovokasi.
4. Menolak segala bentuk kekerasan dan anarkistis.
5. Bersatu dalam harmoni tanpa amarah serta saling tolong-menolong antarwarga.
Di akhir acara, Wali Kota Eri menitipkan pesan agar perjuangan menjaga Surabaya dilakukan demi generasi mendatang. (lam)

