Mantapkan soliditas antar kader, lomba catur estafet tutup rangkaian gelaran HUT RI ke-80 oleh PDIP Surabaya

Surabaya, MercuryFM – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menutup rangkaian peringatan HUT PDIP dengan cara yang berbeda. Setelah sebelumnya digelar upacara bendera dan sejumlah lomba, kali ini kader partai berkumpul dalam turnamen catur estafet yang berlangsung meriah.

Turnamen ini menghadirkan konsep unik. Jika biasanya catur dimainkan secara satu lawan satu, maka dalam lomba kali ini satu tim terdiri dari lima orang yang duduk dalam satu meja. Sistem estafet dipilih untuk melatih kekompakan, kerja sama tim, sekaligus menguatkan konsolidasi partai dari tingkat anak ranting, ranting, PAC hingga DPC.

“Catur estafet ini prinsipnya melatih kita untuk menerima perbedaan strategi. Kalau biasanya hanya adu otak satu lawan satu, kali ini setiap langkah harus disambung oleh rekan satu tim. Jadi bukan hanya kepintaran individu, tetapi soliditas yang utama,” jelas Ketua Panitia Penyelenggara Budi Leksono.

Legislator DPRD Surabaya sekaligus Ketua Fraksi PDIP tersebut menambahkan, turnamen ini tidak hanya diikuti pengurus aktif, tetapi juga mantan pengurus, bahkan keluarga seperti suami dan istri pengurus yang memang hobi bermain catur. Banyak masukan agar lomba ini bisa digelar lebih besar dan terbuka untuk umum di tahun depan.

“Melihat antusiasmenya, kami berencana membuat event ini lebih terbuka. Ternyata banyak sekali kader yang gemar catur, bahkan keluarga pengurus pun ingin terlibat,” tambahnya.

Budi Leksono yang akrab disapa Bulek ini menjelaskan, dalam pelaksanaannya, permainan catur estafet dimulai tanpa jam catur, seperti suasana santai di rumah. Setelah lima menit berlangsung, panitia menambahkan jam catur dengan total waktu 10 menit untuk setiap giliran. Hal ini membuat suasana semakin seru, karena beberapa peserta kalah akibat kehabisan waktu.

“Awalnya banyak yang bingung karena terbiasa main tanpa jam. Setelah kami ingatkan, akhirnya peserta mulai terbiasa. Justru ada yang kalah bukan karena salah langkah, tetapi karena kehabisan waktu,” ungkap

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp9 juta bagi para pemenang. Meski hadiah terbilang menarik, penyelenggara menegaskan bahwa tujuan utama lomba ini bukan hanya sekadar kompetisi.

“Yang penting bukan menang atau kalah, tapi bagaimana kader bisa solid, gembira bersama, dan semakin kompak. Turnamen ini kami dedikasikan sebagai bagian dari konsolidasi partai dan mempererat kebersamaan di momentum HUT PDIP,” pungkas Bulek. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist