Malang, MercuryFM – Generasi muda diminta untuk terus mengasah diri, yakni menyiapkan diri menjadi iron stock bangsa dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensi. Ini peluang besar menyambut Indonesia Emas 2045.
Hal ini disampaikan anggota Fraksi PKS DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas dalam seminar bertajuk ‘Ekspresi dan Prestasi Dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045’, di Universitas Gajahyana (Uniga) Malang, Selasa (05/08/25).
Menurut Puguh, bonus demografi Indonesia memiliki potensi besar, jika dikelola dengan baik. Sehingga penyiapan SDM tangguh dan berkualitas menjadi hal yang perlu dilakukan dengan baik.
“Ini juga harus di dukung sinergi dan kolaborasi lintas sektoral. Agar memiliki daya saing yang luar biasa di masa mendatang,” ujar Puguh.
Puguh membeberkan, jika dilihat dari aspek pendidikan, saat ini pemerintah dengan mandatory spending-nya masih memberikan porsi pembiayaan yang besar. Baik dari APBN maupun APBD minimal alokasi 20 persen dari total kekuatan anggaran.
“Saya pikir itu adalah wujud dari keberpihakan hadirnya pemerintah untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan Indonesia,” ucap Puguh.
Namun Puguh mengakui masih ada sejumlah catatan yang masih harus diperhatikan. Mengingat penyelenggaraan pendidikan di Indonesia masih tak luput dari beberapa isu penting. Seperti halnya soal disparitas kualitas pendidikan, sarana-perasarana, kemudian kualitas guru dan tenaga pendidik.
“Selain itu kemampuan fiskal daerah, termasuk juga kemampuan fiskal sekolah di dalam menopang infrastruktur penyelenggaraan pendidikan tersebut, juga harus menjadi perhatian,” katanya.
Anggota Komisi E DPRD Jatim itu optimis kebijakan Pemerintah Provinsi Jatim dalam mewujudkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan sudah cukup progresif.
“Pemprov melalui berbagai macam inovasi dan inisiasi yang dilakukan oleh DPRD Jatim, saya pikir sudah banyak hal yang mulai dilakukan,” ucapnya.
Puguh mengapresiasi program Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) yang diberlakukan baik untuk sekolah negeri maupun swasta di Jatim. Anggaran BPOPP tersebut lebih dari Rp 1 triliun per tahun.
“Ini sebagai penguat dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang diberikan oleh pemerintah pusat. Saya pikir ini juga salah satu wujud keberpihakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur,” pungkasnya. (ari)

