Beri pembekalan pada mahasiswa baru ITS, AHY: Kalian adalah bagian dari tonggak sejarah bangsa

Surabaya, MercuryFM – Tantangan global saat ini harus disikapi dengan wawasan yang luas. Konflik geopolitik, krisis kemanusiaan, serta dampak perang dagang internasional yang bisa berimbas pada perekonomian Indonesia, harus bisa di sikapi khususnya oleh mahasiswa.

Hal ini dikatakan Menteri Koordinator Bidang Infrasruktur dan Pembanguman Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang hadir memberikan pembekalan inspiratif bagi mahasiswa di acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Grha Sepuluh Nopember, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Senin (04/08/25).

Menurut AHY, Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki kemampuan lebih harus bisa menyikapi kondisi global saat ini.

“Dunia semakin terbelah. Amerika muncul sebagai kekuatan tunggal, namun kekuatan baru juga bermunculan. Indonesia tidak boleh tertinggal dan tidak bisa dipandang sebelah mata,” tegas AHY dihadapan 6.993 mahasiswa baru ITS 2025 yang memenuhi Grha Sepuluh Nopember.

Mengangkat tema “Mempersiapkan Generasi Tangguh untuk Pembangunan Infrastruktur dan Kewilayahan Indonesia Emas 2045″, AHY juga menyoroti disruptive technology sebagai tantangan nyata yang harus disambut secara adaptif.

Dirinya menyebut teknologi seperti ChatGPT sebagai contoh kemajuan yang bisa memudahkan banyak pekerjaan, namun juga berpotensi menggeser tenaga manusia.

“Kita tidak boleh menjadi budak teknologi, tapi harus bergandengan dengan teknologi untuk meningkatkan produktivitas,” pesan AHY.

Ia bahkan mencontohkan perubahan sosial ekonomi seperti hilangnya ojek pangkalan karena digantikan oleh ojek online sebagai dampak modernisasi teknologi

Isu krisis iklim dan ledakan populasi global menjadi perhatian berikutnya. Diprediksi populasi dunia akan menembus 10 miliar jiwa pada 2050, dengan Indonesia sebagai negara berpenduduk keempat terbesar di dunia.

“Ini realitas yang hars kita hadapi. Kita tidak bisa berpangku tangan. Semua harus terlibat dalam solusi, termasuk kalian para mahasiswa ITS,” tegasnya.

Acara ini tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga momentum membangun kesadaran kolektif bagi mahasiswa ITS untuk berkontribusi pada Indonsia Emas 2045.

“Kalian adalah bagian dari tonggak sejarah itu. Siapa tahu, di antara kalian ada yang kelak jadi Menteri, Gubernur, bahkan Presiden,” pungkas AHY dengan semangat.

Dalam acara yang digelar tadi. Suasana cukup santai dan serius. Bahkan beberapa kali AHY melontarkan joke-joke serta mengajak mahasiswa baru berdialog langsung dengan dirinya. AHY juga menyapa mahasiswa dari seluruh wilayah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diterima menjadi Mahasiswa ITS.

“Yang dari Papua mana?, dari Bali dan NTB mana?, Kalimantan mana? dan dari Jawa Timur angkat tangan,” sapa AHY pada mahasiswa baru ITS.

“ITS memiliki rekam jejak panjang dalam karya bangsa. Selamat yang masuk menjadi mahasiswi-mahasiswa membagakan,” kata AHY.

Sementara itu Rektor ITS, Prof. Ir. Bambang Pramujati, menyampaikan harapannya agar para mahasiswa baru bisa menjadi generasi unggul yang siap menjawab tantangan masa depan.

“Ada yang ingin jadi Pak Menko?” ucap Prof Bambang disambut riuh tepuk tangan, merujuk pada sosok AHY yang hadir di hadapan ribuan mahasiswa baru ITS 2025 itu.

Kedatangan ke ITS ini AHY didampingi Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Prof Dr Moch Nuh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang juga mantan Rektor ITS, Wali Kota Surabaya Ery Cahyadi, serta jajaran civitas akademika ITS. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist