Survei The Republic Institute, Partai Gerindra Jawara di Jatim dengan elektabilitas 17,7% berhasil geser PKB dan PDIP

Surabaya, MercuryFM – Partai Gerindaa berhasil menggeser Partai PKB dan PDIP sebagai jawara di Jatim. Eletabiitas Partai Gerindra di Jatim saat ini menempati peringkat pertama. Hal ini tampak dari hasil Survei yang dilakukan oleh The Republic Institute yang berlangsung 14 hingga 20 Juli 2025.

Menurut Direktur Eksekutif The Republic Institute, Sufyanto, dari hasil survei yang diakukan dengan jumlah responden 2.200 orang/responden yang tersebar di seluruh 11 daerah pemilihan (dapil) DPR RI di Provinsi Jawa Timur, Partai Gerindra menempati peringkat pertama elektabilitas dengan dukungan sebesar 17,7%, mengungguli PKB dan PDIP yang sebelumnya selalu menjadi jawara di Jatim.

“Dengan kondisi Partai Politik yang tidak ada kompetisi perpolitikan seperti Pemilu dan Pilkada. Maka hasil elektabilitas partai politik ini, murni masyarakat memilih berdasrkan apa yang dirasakan dan dilihat terhadap keberadaan Parpol khusunya kader kadernya yang ada di legislatif maupun eksekutif,’ jelas Sufyanto usai memaparkan hasil survei yang dilakukan secara zoom, Jumat, (25/07/25).

Kata Sufyanto, kenaikan elektabilitas Partai Gerindra dipengaruhi oleh sejumlah variabel strategis. Pertama, banyak kader Gerindra yang berhasil memenangkan kontestasi Pilkada 2024 di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur.

Kedua, efek elektoral dari Presiden Prabowo Subianto masih kuat terasa, terutama pasca pelantikannya dan gebrakan awal dalam program-program pertahanan, pangan, dan bantuan sosial.

“Ketiga, kinerja anggota legislatif Gerindra di tingkat DPR RI dan DPRD Jatim dinilai aktif dan responsif oleh konstituen,” ucapnya.

Sementara itu untuk PKB dan PDIP yang selama ini mendominasi di Jatim, mengalami penurunan elektabilitas dan harus puas di posisi ke dua dan ketiga.

PKB, yang sebelumnya menjadi partai dominan di basis Nahdliyin Jawa Timur, mulai kehilangan daya tarik pasca kekalahan beberapa kadernya dalam Pilkada 2024 dan fragmentasi suara pesantren. Elektabilitas PKB kini berada di angka 16,5%, sedikit di bawah Gerindra.

“Sedangkan untuk PDIP juga mengalami kemunduran elektoral ke angka 14,6%, terutama akibat pengaruh politik nasional pasca Pemilu Presiden serta kekecewaan sebagian konstituen terhadap kinerja elite partai dan kegagalan memenangkan banyak kontestasi kepala daerah,” jelasnya.

Yang menarik kata Sufyanto Partai Amanat Nasional (PAN). PAN dari Partai Tengah hasil survei kali ini berada di peringkat kelima dibawah Golkar. Elektabilitas PAN naik menempati posisi ke lima.

“Golkar masih menempati peringkat ke 4 dengan elektabilitas 9,1%. lalu disusul PAN peringkat ke 5 dengan elektabilitas 7,6%. PAN ini cukup mengagetkan berhasil menggeser keberadaan Partai Demokrat dan Nasdem. Sehingga masuk lima besar,” unngkapnya.

“Kenaikan PAN ini banyak ditopang oleh persepsi publik terhadap keberhasilan kebijakan pangan yang diinisiasi pemerintah pusat, khususnya melalui peran kader PAN yang juga Ketua Umumnya Zulkifli Hasan di Kementerian Koordinator bidang Pangan,” lanjutnya.

Dari hasil survei yang dilakukan dengan margin of error sebesar ± 2,1% dan pada tingkat kepercayaan 95%. Posisi ke 6 ditempati Partai Nasdem dengan elektabilitas diangka 7,0%. peringkat ke 7, Partai Demokrat 6,7%. Lalu disusul PKS elektabilitas 5,0%, PPP elektabilitas 3,5% dan PSI 1,1%. Sementara untuk masyarakat yang belum menentukan pilihan (TT/TJ) masih mencapai 10,2%. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist