Surabaya, MercuryFM – Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (Adi Buana) resmi menutup Program Studi D-III Kebidanan dan Program Studi S-1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pada Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Blitar. Penutupan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 100/B/O/2025 sebagai bagian dari langkah strategis Adi Buana dalam konsolidasi dan peningkatan mutu pendidikan tinggi.
”Keputusan ini tidak semata-mata karena penurunan kualitas, melainkan karena kebutuhan masyarakat untuk kuliah pada Program S-1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan. Sedangkan untuk penutupan Prodi S-1 PPKn PSDKU Blitar karena banyak masyarakat yang menginginkan kuliah di Prodi S-1 PPKn di kampus Adi Buana Pusat ,” tegas Rektor Adi Buana, Dr. Untung Lasiyono, S.E., M.Si.
Untung menyatakan, saat ini Program Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan telah tersedia di kampus utama Adi Buana Surabaya dengan fasilitas laboratorium yang lebih canggih, tenaga pengajar bersertifikasi profesi, dan kurikulum yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia kerja.
Sementara itu, pada Program Sarjana PPKN, yang telah berkembang pesat dengan dukungan digital learning, kolaborasi nasional, dan program Diktisaintek Berdampak.
Lebih lanjut Rektor Adi Buana mengatakan, penutupan di PSDKU Blitar menjadi bagian dari penyatuan mutu dan efisiensi sumber daya demi menciptakan lulusan yang unggul dan siap bersaing secara global.
Adi Buana memastikan bahwa seluruh mahasiswa aktif di kedua program studi akan dialihkan ke kampus utama, dengan proses pendampingan yang adil dan transparan.
Kedepan, Adi Buana akan menyelesaikan seluruh tanggung jawab akademik dan nonakademik dalam waktu satu tahun sejak keputusan diterbitkan pada Tanggal 25 Februari 2025.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh program yang dijalankan benar-benar unggul dan berdampak nyata. Sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” tegas alumnus Program Doktoral UNAIR ini.
Sementara itu menanggapi pernyataan di atas, Ketua Badan Penyelenggara Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Drs. H. Sutijono, MM, mengaku bahwa langkah ini menjadi bukti bahwa Adi Buana terus melakukan pembenahan, inovasi, dan penataan diri demi menjadi kampus yang lebih siap menjawab tantangan global.
”Dengan memusatkan program pada satuan akademik yang lebih kuat, Adi Buana siap mencetak lulusan berintegritas, kompeten, dan visioner,” tegasnya dengan nada mantap ini. (lam)

