BPS tunda rilis data kemiskinan nasional dan Jatim

Surabaya, MercuryFM – Badan Statistik Jawa Timur menunda rilis data kemiskinan nasional dan Jawa Timur. Kabar penundaan press realese tersebut disampaikan dalam grup Whats App.

“Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur menyampaikan informasi bahwa diseminasi Berita Resmi Statistik (BRS) Kemiskinan yang semula dijadwalkan rilis pada tanggal Kemiskinan 15 Juli 2025 ditunda. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan akan menyampaikan informasi lebih lanjut terkait perubahan jadwal Rilis BRS kemiskinan,” ujar pesan tersebut.

Sebelumnya BPS Jatim mengundang 50 media massa dari berbagai platform antara lain, media cetak, televisi, radio, dan online untuk menghadiri pers rilis pada 15 Juli 2025 di kantor BPS Jatim.

Agenda kegiatan press rilis tersebut untuk menyampaikan Profil Kemiskinan Maret 20252 serta Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Maret 2025.

Pers rilis Berita Resmi Statistik (BRS) Nasional akan disampaikan Kepala BPS RI melalui siaran tatap muka elektronik jarak jauh jam 11.30 sampai selesai. Kemudian dilanjutkan pers rilis BRS Provinsi Jawa Timur oleh  Kepala BPS Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan data BPS Jatim yang diperbarui di bulan Agustus 2024 menyebut prosentase penduduk miskin di Jatim sebesar 9,79 persen. Sedangkan di tahun 2023 sebesar 10,35 persen. BPS Jatim menyebut pada tahun 2024 untuk pertama kalinya persentase penduduk miskin di Jawa Timur dibawah angka 10 persen.

Berikut data profil penduduk miskin secara nasional di tahun 2024:
* Persentase penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 9,03 persen, menurun 0,33 persen poin terhadap Maret 2023 dan menurun 0,54 persen poin terhadap September 2022.
* Jumlah penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 25,22 juta orang, menurun 0,68 juta orang terhadap Maret 2023 dan menurun 1,14 juta orang terhadap September 2022.
* Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2024 sebesar 7,09 persen, menurun dibandingkan Maret 2023 yang sebesar 7,29 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2024 sebesar 11,79 persen, menurun dibandingkan Maret 2023 yang sebesar 12,22 persen.
* Dibanding Maret 2023, jumlah penduduk miskin Maret 2024 perkotaan menurun sebanyak 0,1 juta orang (dari 11,74 juta orang pada Maret 2023 menjadi 11,64 juta orang pada Maret 2024). Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin perdesaan menurun sebanyak 0,58 juta orang (dari 14,16 juta orang pada Maret 2023 menjadi 13,58 juta orang pada Maret 2024).
* Garis Kemiskinan pada Maret 2024 tercatat sebesar Rp582.932,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp433.906,- (74,44 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp149.026,- (25,56 persen).
* Pada Maret 2024, rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,78 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata adalah sebesar Rp2.786.415,-/rumah tangga miskin/bulan. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist