Satgas pangan harus intens lakukan pengawasan, antisipasi beras oplosan masuk Jatim

Surabaya, MercuryFM – Satgas pangan Jatim diminta turun di lapangan guna mengantisipasi adanya beras oplosan di Jawa Timur. Meski sampai saat ini belum ada laporan terkait beras oplosan di Jatim.

“Meski sampai sekarang belum ada laporan, namun harus diantisipasi. Satgas pangan harus turun sidak ke pasar mulai pasar tradisional maupun modern sebagai antisipasi beredarnya beras oplosan,” ujar anggota komisi B DPRD Jawa Timur Erma Susanti, Kamis (17/07/25).

“Perlu diwaspadai dan jika ditemukan langsung sidak dan segera ditarik. Jangan sampai beredar di konsumen sehingga bisa merugikan,” lanjutnya.

Menurut Erma untuk beras oplosan, berdasarkan informasi yang didapat kalau beras tersebut merupakan  beras dikemas seolah premium, namun isinya dicampur.

“Label kemasan beras ditulis premium padahal menggunakan beras biasa. Jika ini ditemukan di Jawa Timur maka harus diumumkan ke publik sehingga masyarakat tahu hingga akhirnya tak membeli beras oplosan tersebut,” ucap politisi PDI Perjuangan Jatim ini.

Sekedar diketahui temuan beras oplosan dimulai ketika adanya anomali harga beras sekitar 1-2 bulan lalu. Harga di tingkat petani dan penggilingan turun, tetapi justru harga di tingkat konsumen naik.

Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan Polri melakukan penyelidikan, hasilnya menyatakan bahwa 86 persen beras yang beredar di pasaran tidak sesuai dengan standar mutu (komposisi serta berat) dan label. Temuan ini merupakan hasil pengecekan terhadap 268 merek beras di 10 provinsi penghasil beras terbesar di Indonesia.

Tidak berhenti di situ, Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan terus melakukan pengecekan beras. Hasil terbarunya adalah 90 persen beras yang beredar di pasar tidak sesuai dengan standar mutu.

Hasil investigasi Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan menunjukkan bahwa ada 212 merek beras yang diduga melakukan pengoplosan beras.

Beberapa merek tersebut adalah Sania, Sovia, Fortune, Siip produksi Wilmar Group. Sentra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Ramos Premium, Setra Pulen, dan Setra Ramos produksi Food Station Tjipinang Jaya.

Kemudian ada Raja Platinum dan Raja Ultima produksi PT Belitang Panen Raya, serta merek Ayana milik PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group). (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist