Nilai Tukar Petani Jatim turun 1,92 persen: Paling dalam dibanding Provinsi lain di Jawa

 

Surabaya, MercuryFM – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur turun sebesar 1,92 persen dari 111,61 menjadi 109,47. NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan.

“NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi,” ujar Zulkifli Kepala BPS Jawa Timur pada Jumat (02/05/2025).

Zulkifli menjelaskan, penurunan NTP ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 1,47 persen. Sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,46 persen.

Pada bulan April 2025, empat subsektor pertanian mengalami penurunan NTP dan satu subsektor lainnya mengalami kenaikan NTP. Subsektor yang mengalami penurunan NTP terdalam yaitu subsektor Tanaman Pangan sebesar 2,82 persen dari 108,52 menjadi 105,46.

“Kemudian diikuti subsektor Hortikultura yang turun sebesar 2,60 persen dari 147,40 menjadi 143,57. Subsektor Perikanan yang turun sebesar 2,00 persen dari 100,24 menjadi 98,23, dan subsektor Peternakan yang turun
sebesar 0,45 persen dari 101,33 menjadi 100,88,” ujar Zulkifli.

Sementara itu, subsektor yang mengalami kenaikan NTP adalah subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,13 persen dari 117,18 menjadi 118,50. Dari lima provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTP pada bulan April 2025, seluruhnya mengalami penurunan NTP. Penurunan NTP terdalam terjadi di Provinsi Jawa Timur sebesar 1,92 persen, diikuti Provinsi Banten sebesar 1,74 persen, Provinsi Jawa Barat sebesar 0,95 persen, Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,89 persen, dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 0,41 persen.(Lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist