Surabaya, MercuryFM – Dampak kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai bisa berdampak hingga ke daerah, termasuk Jawa Timur, membuat DPRD Jatim akan mengambil langkah strategis dalam menyelamatkan perekonomian di Jatim.
Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf berencana mengundang para pengusaha yang ada di Jatim guna mendengar langsung dari mereka dampak kebijakan global tersebut.
“Meski kebijakan tersebut bersifat nasional, dampaknya bisa sangat dirasakan oleh para pelaku usaha di level regional. Termasuk Jatim. Kita akan undang pengusaha di Jatim guna mendengar dampaknya di lapangan. Mereka yang paling merasakan” ujar Musyafak pada mercuryfm.id, Kamis (10/04/25).
Menurut Musyafak, pihaknya akan segera menjadwalkan pertemuan dengan para pelaku usaha di Jawa Timur. Hal ini juga bertujuan untuk mengantisipasi potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang bisa terjadi akibat gejolak ekonomi global.
“Apalagi kita akan memasuki Hari Buruh pada Mei nanti. Kalau tuntutan kenaikan UMR tidak bisa dipenuhi perusahaan, dan terjadi demo besar-besaran, bisa saja perusahaan itu tutup atau gulung tikar. Ini bahaya,” tegasnya.
Politisi PKB ini juga menyinggung kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang membuka kran impor sebagai salah satu langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dalam konteks ini, Musyafak menekankan pentingnya menghindari ketergantungan terhadap dolar AS, dengan mendorong sistem pembayaran alternatif dan menjajaki kerja sama dengan negara-negara mitra non-dollar.
“Kita bisa memanfaatkan bentuk pembayaran lain. Negara-negara seperti Tiongkok atau tetangga kita juga punya sumber daya yang bisa diakses tanpa terlalu tergantung pada dolar,” jelasnya.
Menurut Musyafak, langkah antisipatif ini penting untuk menjaga stabilitas industri dan ketenagakerjaan di Jawa Timur, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global. (Ari)

