SGN Produksi 847 Ribu Ton Gula Kristal Putih di Tahun Giling 2024

Surabaya, MercuryFM – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan Nusantara, mencatatkan pencapaian produksi gula sebesar 847 ribu ton Gula Kristal Putih (GKP) pada musim giling 2024.

Aris Toharisman, Direktur Hubungan Kelembagaan dan Manajemen Risiko mengatakan untuk jumlah ini diperoleh dari pengolahan 11,956 juta ton tebu, meningkat 14,43% dibandingkan tahun sebelumnya. Rendemen rata-rata mencapai 7,10%, atau 98,72% dari capaian tahun lalu. SGN berkontribusi sebesar 34,38% terhadap total produksi gula nasional yang mencapai 2,465 juta ton.

“Meski begitu, musim giling 2024 menghadapi tantangan berupa anomali iklim ekstrem yang berdampak pada kualitas dan produktivitas tebu,” tegasnya, Selasa (24/12/2024).

Aris menjelaskan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada gula konsumsi pada 2028 sesuai Perpres No. 40 Tahun 2023, SGN telah meluncurkan sejumlah program inisiatif, antara lain:

• Kerja Sama Operasional (KSO)
SGN bekerja sama dengan PTPN I untuk mengelola aset lahan tebu guna memastikan kualitas tebu memenuhi standar teknis.

• Perbaikan Ratoon Tebu
Peningkatan produktivitas tebu rakyat dengan menyediakan benih unggul dan perbaikan ratoon untuk periode 2024–2029.

• Penataan Varietas Tebu
Penggunaan varietas unggul dengan proporsi benih matang awal, tengah, dan akhir (30%:40%:30%) untuk meningkatkan rendemen.

• Digitalisasi Ekosistem Tebu
Melalui aplikasi ETERA, SGN mempermudah petani mengakses informasi, meningkatkan produktivitas, serta efisiensi operasional.

• Program Agripreneur Tebu
Program inkubasi petani tebu muda untuk mencetak generasi baru agripreneur. Pada 2024, tiga batch pelatihan telah dilakukan di Sragen, Madiun, dan Kediri.

Pada November 2024, SGN bersama Kementerian BUMN, Kementerian Pertanian, dan Kemenko Pangan meluncurkan Gerakan MANIS (Menuju Swasembada Gula Indonesia) di Djatiroto, Lumajang. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas tebu rakyat demi kesejahteraan petani dan mendukung target swasembada gula.

Pada 2025, SGN menargetkan menggiling 13,5 juta ton tebu dengan produksi gula sebesar 1 juta ton GKP, meningkat 19,35% dibandingkan 2024. Strategi peningkatan produktivitas meliputi:

• Implementasi P8T & P10T
Peningkatan produktivitas hingga 8–10 ton tebu per hektar di lahan seluas 187 ribu hektar, termasuk 59.574 hektar dari KSO PTPN I.

• Pengembangan Varietas Unggul
Empat varietas baru, yakni PS Nusantara 081–084, dirilis untuk mendukung transformasi operasional.

SGN juga menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk memberikan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kluster Khusus bagi petani tebu. Program ini mengatasi kendala permodalan dengan menyediakan plafon tanpa batasan seperti pada program KUR sebelumnya.

Dengan langkah ini, SGN optimistis mendukung tercapainya ketahanan pangan dan swasembada gula nasional.(dan) 

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist