Surabaya, MercuryFM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus mengembangkan strategi transformasi perusahaan guna memperkuat daya saing bisnis dan akselerasi pertumbuhan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyesuaian struktur regional agar sejalan dengan arah transformasi tersebut.
Menurut Andri Herawan Sasoko, VP Corporate Communication Telkom, perubahan struktur regional ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk menyesuaikan organisasi dengan kebutuhan transformasi yang tengah dijalankan oleh perusahaan.
“Perubahan regional ini sebenarnya bertujuan untuk menyelaraskan struktur organisasi dengan strategi transformasi yang sedang kami laksanakan. Misalnya, layanan Indihome yang dialihkan ke Telkomsel. Penyesuaian ini diharapkan dapat mendukung percepatan pertumbuhan Telkomsel sekaligus Telkom secara keseluruhan,” jelas Andri ditemui di Surabaya, Jumat (6/12/2024).
Transformasi Telkom diarahkan pada penguatan fokus bisnis digital, yang mencakup pengembangan layanan berbasis konektivitas dan platform digital. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin mengutamakan fleksibilitas dan aksesibilitas layanan teknologi.
“Dengan adanya perubahan struktur ini, fokus bisnis menjadi lebih tajam. Kami berharap Telkomsel dan Telkom dapat tumbuh lebih cepat, sekaligus memberikan nilai tambah kepada pelanggan,” tambah Andri.
Telkom juga terus memperluas layanan baru yang inovatif, salah satunya melalui produk bernama WMP (Wi-Fi Managed Platform). Layanan ini memungkinkan pelanggan untuk mengakses jaringan Wi-Fi dengan mudah di berbagai lokasi, memberikan solusi praktis untuk kebutuhan konektivitas masyarakat modern.
“WMP ini sebenarnya sudah pernah kami lakukan, tetapi terus dikembangkan. Target pelanggannya memang berbeda, dan kerjasama dengan berbagai pihak masih dalam tahap pengembangan. Layanan ini kami desain agar lebih relevan untuk kebutuhan masyarakat luas,” ujar Andri.
Dengan transformasi yang dijalankan, Telkom berharap dapat memberikan dampak positif yang signifikan, baik bagi pelanggan korporasi maupun masyarakat umum. Penyesuaian struktur organisasi juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan mendorong inovasi lebih lanjut.
“Kami terus mengupayakan agar transformasi ini tidak hanya berdampak pada sisi bisnis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Telkom ingin menjadi enabler dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Andri.
Transformasi yang dilakukan Telkom bukanlah langkah sesaat, melainkan proses berkelanjutan yang akan terus disesuaikan dengan dinamika kebutuhan pasar. Perusahaan melihat perubahan ini sebagai fondasi untuk menghadapi tantangan bisnis di era digital sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar di industri telekomunikasi Indonesia.
Dengan penyesuaian struktur regional dan pengembangan layanan baru seperti WMP, Telkom menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Transformasi ini diharapkan mampu menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.(dan)

