Surabaya, MercuryFM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur terus memperkuat upaya revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi, sesuai amanat Perpres Nomor 68 Tahun 2022. Kali ini, Kadin Jatim menggandeng Swiss Skills for Competitiveness (SS4C) dari Swiss Contact untuk meningkatkan keahlian tim pelaksana program vokasi di Jawa Timur. Tim ini juga merupakan bagian dari Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) yang diketuai oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur.
Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, mengatakan bahwa pengayaan kompetensi ini penting agar tim yang menangani vokasi bekerja lebih profesional. “Harapan kami, dengan layanan vokasi yang berkualitas, produktivitas dan daya saing tenaga kerja bisa meningkat,” ujar Adik dalam keterangannya di Surabaya, Jumat (6/12/2024).
Adik menegaskan, revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi telah menjadi prioritas Kadin Jatim selama lima tahun terakhir dan akan terus dilanjutkan selama masa kepengurusannya. Ia percaya bahwa peningkatan program pemagangan adalah kunci untuk mengatasi rendahnya produktivitas dan daya saing tenaga kerja di Jawa Timur.
Hasil Survei: Pelaku Usaha Butuh Pemagang Berkualitas
Senior Program Officer Public Private Partnership SS4C, Benaya Victorious Jaya, mengungkapkan pihaknya sebelumnya telah melakukan survei terhadap pelaku usaha anggota Kadin Jatim. Survei tersebut menemukan bahwa para pengusaha membutuhkan pemagang berkualitas untuk meningkatkan efisiensi operasional.
“Kami telah mengembangkan metode seleksi magang yang lebih baik, seperti tes bakat kepribadian. Sebelum diterapkan, tim Kadin Jatim terlebih dahulu dilatih menggunakan alat seleksi tersebut,” jelas Benaya.
Selama tiga hari, mulai Rabu (4/12/2024) hingga Jumat (6/12/2024), SS4C memberikan pelatihan capacity building kepada tim Kadin Jatim. Pelatihan ini difokuskan pada penggunaan tools seleksi pemagang yang berkualitas, karena magang sering menjadi pintu masuk untuk merekrut tenaga kerja.
“Kami juga memfasilitasi Kadin Jatim agar dapat menyediakan layanan seleksi pemagang kepada pelaku usaha, sehingga perusahaan bisa menekan biaya perekrutan,” tambah Benaya.
Selain pelatihan, SS4C juga mendorong Kadin Jatim untuk memaksimalkan pemanfaatan portal vokasi seperti www.vokasi.net. Portal ini diharapkan menjadi penghubung antara perusahaan, sekolah, dan mahasiswa dalam mencari tempat magang yang sesuai dan berkualitas.
“Dengan langkah ini, Kadin Jatim dapat memperkuat perannya sebagai fasilitator pemagangan yang unggul, sekaligus mendukung revitalisasi pendidikan vokasi di Jawa Timur,” pungkas Benaya.
Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi antara dunia usaha dan pendidikan, sehingga menghasilkan tenaga kerja yang lebih kompeten dan siap bersaing di pasar global.(dan)

