Banyuwangi, MercuryFM – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus berkomitmen menjaga keandalan sistem kelistrikan, khususnya pada jaringan transmisi di Jawa Timur dan Bali. Salah satu fokus utama adalah memastikan keandalan Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT) 150 kV Jawa-Bali yang menjadi jalur penting penyaluran energi listrik dari Pembangkit Paiton ke Pulau Bali.
General Manager PLN UIT JBM, Amiruddin, menegaskan bahwa kabel laut Jawa-Bali merupakan objek vital nasional (obvitnas) yang harus selalu terjaga keandalannya. “PLN menyuplai hingga 280 MW setiap harinya ke Bali melalui kabel laut dengan empat konduktor yang membentang sejauh 17 km dari Cable Head Ketapang di Jawa Timur ke Gardu Induk Gilimanuk di Bali. Untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan, kami rutin menggelar simulasi tanggap darurat, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Pilkada 2024,” jelas Amiruddin, Selasa (26/11/2024).
Ia menambahkan, pasokan listrik yang stabil ke Bali sangat penting untuk menjaga roda perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, PLN secara aktif menjalin sinergi dengan berbagai pihak, seperti Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi, Polresta Banyuwangi melalui Polairud, KSOP Tanjung Wangi, dan Pelindo Tanjung Wangi. “Sinergi ini sangat penting demi pengamanan obvitnas, karena listrik adalah penggerak utama ekonomi dan kebutuhan vital masyarakat,” tambahnya.
Simulasi tanggap darurat yang dilakukan secara rutin mencakup berbagai skenario untuk mengantisipasi potensi gangguan, mulai dari kondisi cuaca ekstrem hingga ancaman keamanan. Dengan kerja sama yang solid bersama stakeholder, PLN berupaya memastikan suplai listrik ke Bali tetap aman, andal, dan bebas gangguan sepanjang momen-momen krusial seperti Nataru dan Pilkada 2024.
Langkah proaktif ini menjadi bukti keseriusan PLN dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan keberlanjutan ekonomi, baik di Jawa Timur maupun Bali. (dan)

