Gelar doa bersama, KPU Jatim mendapat penghargaan dari Muri dan ajak masyarakat gunakan hak pilihnya

Surabaya, MercuryFM – Akhiri mas kampanye dan persiapa menyonsong pelaksanaan Pilkada serentak termasuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2024, hari Rabu (27/11/24), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim gelar doa bersama yang digelar di Dyandra Dyandra Convention Center Jalan Basuki Rahmat Surabaya, Sabtu (23/11/24) malam.

Dalam acara doa bersama yang digelar itu KPU Jatim juga mengundang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Anwar Iskandar guna memberikan tauziah menjelang pelaksnaan Pilkada serentak nanti. Tampak hadir dalam acara ini, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, Jajaran Kodam V Brawijaya, Polda Jatim perwakilan 3 pasangan calon, perwakilan Partai  Politik pengusung pasangan calon, beberapa ormas dan organisasi kemahasiswaan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim Aang Kunaefi mengatakan doa bersama ini selain memohon kepada Allah untuk kelancaran Pilkada Rabu depan, juga dimaksudkan untuk menggugah kesadaran bersama bahwa kita telah melakukan ikhtiar dengan seluruh tenaga dan upaya yang dimiliki KPU Jawa Timur. dalam proses Pilkada Gubernur mulai tahapan awal sampai berakhirnya masa kampanye.

“Semua ikhitar telah kita lakukan. Semoga apa yang telah kita lakukan sampai sejauh ini aman dan damai serta terkendali, semoga tahapan selanjutnya hari tenang, pencoblosan, penghitungan, penetapan sampai penlantikan Gubernur-Wakil Guberbur terpilih Februari 2025 semua tetap berjalan aman lancar dan damai,” ujar Aang dalam sambutamnya.

Diakui Aang memang sempat terjadi riak kecil di Sampang. Namun karene kesigapan pihak keamanan dan ajajaran KPU, Bawaslu Sampang dan semua pihak terkait, semua bisa diselesaikan.

“Alhamdulillah kesigapan semua pihak riak riak kecil yang muncul bisa dieliminir. Mudah mudahan sampai pelantikan Februari 2025 Pilkada di Jatim tetap adem dan tagline Pilgub Jatim Seneng Bareng bisa diwujudkan,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini Aang juga mengatakan, logistik Pilkada di Jatim khususnya Pilgub Jatim sudah tersebar. Dan saat ini sudah berada di 666 kecamatan dari 38 Kota Kab di Jatim.

“Alhamdulillah elah terdistribusi untuk 38 kabupaten/kota dan 666 kecamatan, mencapai 40.144 kota suara dan 120.696 bilik suara dalam sehari. Ini bukan pekerjaan yang ringan mengingat akhir akhir ini intensitas hujan cukup tinggi,” jelas Aang.

Bahkan sebagai apresisasi kinerja KPU Jatim yang telah mendistribusikan logistik sampai ke Kecamatan di 38 Kota Kab saat ini, KPU Jatim mendapatkan apresiasi dari.Musium Rekor Indonesia (MURI).

“Kami semua bersyukur ada apresiasi berupa Rekor MURI terhadap apa yang telah kita kerjakan sejak awal hingga hari ini. Penghargaan MURI tentu akan memberikan semangat kepada seluruh petugas kami di KPU Provinsi, KPU kabupaten/kota sampai ditingkat PPS,” ucap Aang.

Aang juga meminta dan menekankan pentingnya peran serta semua pihak dalam mensukseskan pesta demokrasi ini, termasuk peran penting para pemuka agama dalam menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama.

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk aktif berpartisipasi dalam Pilkada Serentak 2024, dengan menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab,” pintanya.

Sementara itu Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono mengatakan semua ikhtiar sudah dilakukan oleh semua pihak dalam mensukseskan Pilkada serentak 2024 di Jatim khususnya Pilgub Jatim.

“KPU, Bawaslu, Kepolisian, TNI dan Pemerintah Provinsi, Kota dan Kabupaten telah bahu membahu mensuskseskan Pilkada serentak sampai sejauh ini. Kita harap capaian positif sampai saat ini terus berlanjut sampai usai semua tahapan gelaran Pilkada di Jatim khususnya Pilgub Jatim,” ujarnya.

“Saya mengajak semua pihak mari jaga kualitas pesta Demokrasi di Jatim. Mari jaga kekondusifan Jatim dan mari gunakan hak pilih kita sebaik baiknya,” lanjut Adhy Karyono.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Umum Majelis Ulama Indinesia (MUI) KH. Anwar Iskandar, yang meminta agar kekondusifan di Pilkada serentak 2024 khususnya di Jatim bisa terjaga sampai semua proses Pilkada, sampai kepala daerahnya selesai.

Meski beda pilihan kata Kiai Anwar Iskandar tetap harus bersatu dan menjaga kebersamaan. Beda pilihan jangan sampai membuat kita saling memusuhi.

“Mari kira salaing menghormati dan menghargai perbedaan dalam menentukan pilihan. Jadikan perbedaan pilihan sebagai rahmat. Sehingga beda plihan bukan sebuah perpecahan.Ingat kita punya dasar negara yang mempersatukan kita yakni Pancasila,” ujarnya. (Ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist