Politisi Partai Gerindra ini dorong program makan bergizi gandeng potensi lokal

Mojokerto, MercuryFM – Program makan bergizi dari pemerintah pusat diminta untuk bisa menggandeng petani lokal. Ini dilakukan agar hasil panennya bisa terserap dengan maksimal. Apalagi potensi sayuran lokal di kabupaten Mojokerto sangat besar, sehingga ketika diserap melalui program pemerintah akan membantu menaikkan pendapatan petani.

“Saya berharap sayur lokal bisa menjadi bahan utama untuk makanan bergizi, sehingga bisa menaikkan pendapatan petani di Mojokerto,” ujar Wakil Ketia DPRD Jatim Hidayat, usai menggelar reses I tahun 2024 anggota DPRD Jatim periode 2024-2029, di desa Gondang, kecamatan Gondang, kabupaten Mojokerto pada Jumat (22/11/24).

Ketua OKK DPD Partai Gerindra Jatim itu mengatakan, program makan bergizi gratis akan menaikkan kesejahteran masyarakat kecil. Karena itu, pemerintah pusat harus menggandeng BUMDes guna memanfaatkan potensi lokal yang ada.

“Program makan bergizi punya efek yang besar di masyarakat Bisa meningkatkan ekonomi bumdes bekerjasama dengan badan gizi nasional,” ucapnya.

“Dengan menggandeng potensi lokal. Maka program Presiden Prabowo Subianto ini akan berdampak cukup signifikan bagi perekonomian masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu dalam reses yang dilangsungkan ini, Hidayat juga menerima sejumlah keluhan masyarakat diantaranya terkait tingginya angka perceraian di wilayah kabupaten Mojokerto.

“Tingkat perceraian tinggi ada 80 persen gugat cerai. Mayoritas dikarenakan maslah ekonomi. Ini menjadi fenomena yang harus segera di cari solusi. Semua harus terlibat agar tingkat percerain bisa menurun, peran lembaga agama harus ditingkatkan,” jelas pria yang sudah dua periode menjadi anggota DPRD Jatim itu.

“Harapan kita ekonomi segera tumbuh dengan presiden dan gubernur baru maka stabilitas keluarga berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Selain soal ekonomi dan tingginya percerain, Hidayat juga menerima keluhan masyarakat yang kekurangan air bersih saat musim kemarau. Hidaya berharap agar Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto memberikan solusi, dengan memberikan bantuan sumur pompa kepada masyarakat.

“Masalah air. Meski disini air bersih jadi persoalan. PDAM mahal, ketika musim hujan melimpah dan kekeringan air kurang. Permintaan masyarakat harus ada sumber air bersih,” pungkasnya. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist