KNKT Apresiasi Simulasi Tanggap Darurat Pertamina di Jalan Tol Surabaya-Mojokerto

Mojokerto, MercuryFM – Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengapresiasi langkah proaktif Pertamina Patra Niaga yang menggelar simulasi tanggap darurat kecelakaan mobil tangki di ruas Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), tepatnya di Exit Tol Penompo, Jumat (22/11). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan penanganan insiden darurat yang melibatkan kendaraan pengangkut bahan berbahaya dan beracun (B3).

Simulasi tersebut menghadirkan skenario realistis berupa mobil tangki yang mengalami kebakaran akibat pengereman, diikuti tabrakan kendaraan lain dengan pembatas jalan, serta tumpahan B3. Berbagai pihak turut terlibat dalam kegiatan ini, antara lain Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, PT Jasa Marga Surabaya Mojokerto, Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Polda Jawa Timur, Pemadam Kebakaran, RS Gatoel Mojokerto, serta KNKT sebagai observer dan evaluator.

KNKT: Pentingnya Latihan Berkelanjutan
Investigator Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) KNKT, Jalaluddin Pasha, menilai simulasi ini sebagai langkah strategis dalam memastikan kesiapan petugas menghadapi situasi darurat di lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan simulasi ini karena Standar Operasional Prosedur (SOP) harus dijalankan dengan baik. Kegiatan ini memberikan pengalaman penting bagi petugas agar tidak merasa asing ketika menghadapi kejadian serupa. Meski ada catatan minor untuk perbaikan, yang utama adalah konsistensi latihan,” ujar Jalaluddin.

Pertamina Patra Niaga: Antisipasi dan Kolaborasi
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa potensi kecelakaan di jalan tol bisa terjadi kapan saja, meskipun telah dilakukan berbagai upaya preventif seperti pengecekan Fit to Work untuk Awak Mobil Tangki (AMT) dan perawatan kendaraan secara rutin.

“Musibah tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, simulasi ini kami selenggarakan untuk menguji pola koordinasi dan komunikasi darurat, khususnya dengan Jasa Marga, rumah sakit, pemadam kebakaran, serta dievaluasi oleh KNKT. Hasilnya, semua pihak kini lebih memahami tugas dan fungsi masing-masing,” terang Ahad.

Ahad juga menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi edukasi bagi pengguna jalan terkait blind spot pengemudi mobil tangki dan pentingnya menjaga jarak aman minimal 50 meter saat berada di belakang kendaraan besar.

Jasa Marga: Pengalaman Berharga untuk Petugas di Lapangan
General Manager Operation & Maintenance PT Jasa Marga Surabaya Mojokerto, Priyo Hartono, menyebut simulasi ini sebagai yang pertama dilakukan di Jawa Timur untuk insiden melibatkan bahan B3.

“Kami sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena memberikan pengalaman berharga bagi petugas di lapangan dalam menangani kondisi darurat. Kami mengerahkan mobil customer service, kendaraan rescue, water tank, ambulans, serta berkolaborasi dengan pemadam kebakaran Kabupaten Mojokerto,” jelas Priyo.

Priyo juga mengingatkan pengguna jalan tol untuk segera melapor ke Senkom Jasa Marga 14080 apabila menghadapi kondisi darurat serupa. Penanganan awal meliputi pengaturan lalu lintas hingga koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait, termasuk pemadaman dan evakuasi kendaraan maupun material berbahaya.

Simulasi ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara berbagai pihak sekaligus memastikan kesiapan petugas dalam menghadapi situasi darurat di jalan tol. (dan) 

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist