Di Tengah Ketidakpastian Global, Ekonomi Indonesia dan Jatim Tetap Tumbuh Stabil dengan Prospek Cerah

Surabaya, MercuryFM – Ketidakpastian global kembali meningkat seiring tensi geopolitik di Timur Tengah yang memanas serta penyelenggaraan Pilpres Amerika Serikat. Meski demikian, ekonomi Indonesia mampu bertahan dan menunjukkan pertumbuhan solid sebesar 4,95 persen hingga triwulan III 2024 (YoY). Angka ini diproyeksikan semakin menguat pada akhir 2024 dalam rentang 4,7-5,5 persen.”

Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan domestik dan ekspor yang tetap solid,” ungkap Eko Nugroho, Direktur Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur, dalam paparan lintas lembaga keuangan di Surabaya, Rabu (6/11/2024). Pemerintah, lanjutnya, terus melakukan upaya untuk mendukung pertumbuhan baik dari sisi permintaan maupun penawaran.

Tingkat inflasi IHK nasional diperkirakan tetap terkendali dalam rentang target 2,5 ± 1 persen. Pada Oktober 2024, inflasi IHK nasional berada di level 1,1 persen, lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 1,84 persen, didorong oleh penurunan inflasi komoditas pangan yang didukung kondisi produksi dan cuaca yang lebih baik.

Eko juga menyoroti langkah-langkah pengendalian inflasi, termasuk Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), yang membantu menekan laju inflasi. Bank Indonesia optimis inflasi akan tetap terkendali hingga akhir 2024. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia turut mendapat arus modal masuk asing, meskipun tidak sebesar China, tetap memberikan kontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Pada sisi nilai tukar, meski rupiah mengalami depresiasi, tingkatnya masih rendah dibandingkan beberapa mata uang Asia lainnya seperti Peso Filipina, Dolar Taiwan, dan Won Korea. Pada 15 Oktober 2024, depresiasi rupiah tercatat hanya sekitar 1,17 persen dibandingkan posisi Desember 2023, lebih baik dibandingkan Peso (4,2 persen), Dolar Taiwan (4 persen), dan Won Korea (lebih dari 5 persen). Eko optimis rupiah akan tetap stabil didukung oleh investasi dengan imbal hasil dalam rupiah, rendahnya inflasi, serta prospek ekonomi yang terjaga.

Sebagai respons atas dinamika global, Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan mempertahankan BI Rate di level 6 persen, dengan fokus pada strategi operasi moneter yang menarik arus modal asing demi menjaga stabilitas rupiah. Bank Indonesia juga mengoptimalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI), dan Suku Valas Bank Indonesia (SVBI).

Terkait Pilpres AS, Eko melihat potensi kemenangan Donald Trump yang dinilai berpeluang memberikan dampak positif bagi ekonomi, mengingat Trump lebih moderat dalam kebijakan tarif dibandingkan sebelumnya. “Jika Trump terpilih, ada peluang investasi asing lebih besar bagi Indonesia,” ujarnya.

Dari sisi pasar modal, Sigit Danangjoyo, Kepala Kanwil DJP I-Kepala Kanwil Kemenkeu Provinsi Jatim, mengungkapkan bahwa meskipun pasar keuangan global bergejolak, pasar modal Indonesia tetap menunjukkan perkembangan. Hingga Agustus 2024, jumlah Single Investor Identification (SID) Saham tumbuh 20,02 persen menjadi 787.955 SID, sementara SID Surat Berharga Negara (SBN) naik 20,49 persen menjadi 153.877 SID, dan SID Reksadana meningkat 13,85 persen menjadi 1.630.223 SID.

Yunita Lindasari, Kepala OJK Jatim, menambahkan bahwa industri jasa keuangan di Indonesia harus terus bersinergi untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global. Ia menegaskan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap lembaga jasa keuangan agar tetap beroperasi dengan baik. Hingga September 2024, kinerja intermediasi Jatim tetap kuat dengan pertumbuhan kredit sebesar 7,66 persen (YoY) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 6,10 persen. Permodalan tetap kokoh dengan CAR 30,27 persen, dan rasio NPL terkendali di 3,04 persen.

Jumlah emiten di Jatim yang melakukan IPO meningkat menjadi 53 emiten pada September 2024, dengan total dana yang terhimpun mencapai Rp130,74 triliun, tumbuh signifikan dari tahun 2019.(dan)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist