PLN Hadirkan Energi Berkeadilan: 3.603 Warga Malang Terima Bantuan Pasang Baru Listrik Sambut Hari Listrik Nasional ke-79 dan Sumpah Pemuda

Surabaya, MercuryFM – Memperingati Hari Listrik Nasional ke-79 dan Hari Sumpah Pemuda, PT PLN (Persero) bekerja sama dengan pemerintah kembali mewujudkan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi 3.603 warga kurang mampu di Kabupaten Malang. Program BPBL ini menjadi wujud nyata komitmen energi berkeadilan yang memungkinkan seluruh lapisan masyarakat, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), untuk mendapatkan akses listrik.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan rasio elektrifikasi (RE) di Indonesia. Hingga triwulan II tahun 2024, rasio elektrifikasi PLN di Jawa Timur telah mencapai 99,56%.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menyatakan bahwa PLN akan terus berupaya mewujudkan pemerataan akses listrik.

“Listrik adalah kebutuhan dasar yang mendorong kemajuan hidup. Kami ingin memastikan setiap masyarakat, terutama yang tinggal di pelosok, dapat menikmati listrik dan meningkatkan kualitas hidup serta roda ekonomi mereka,” ungkap Mustaqir, Senin (28/10/2024).

Sebagai simbol pelaksanaan BPBL, penyalaan pertama dilakukan pada Sabtu (26/10) di Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.

Jumiayah (41), seorang pedagang keliling dan penerima BPBL, mengungkapkan kebahagiaannya. “Sudah lama saya bergantung pada listrik dari tetangga, yang tidak selalu mudah. Dengan bantuan ini, saya punya meter sendiri. Terima kasih, PLN dan Pemerintah,” katanya.

Anggota Komisi VII DPR RI, Moreno Suprapto, juga menegaskan pentingnya program ini bagi masyarakat. “Listrik sangat berarti bagi warga, terutama anak-anak yang belajar di malam hari. Semoga ke depan lebih banyak keluarga yang menerima manfaat BPBL ini,” ujar Moreno.

Koordinator Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan dari Kementerian ESDM, Wahyudi Joko Santoso, menambahkan bahwa listrik yang cukup dan aman adalah kebutuhan masyarakat. Namun, tantangan biaya sering kali menghalangi sebagian warga untuk menikmati listrik.

“Program BPBL, yang berjalan sejak 2022 hingga 2024, menargetkan sebanyak 150.000 rumah tangga di seluruh Indonesia pada tahun ini. Dengan adanya BPBL, warga diharapkan tidak lagi bergantung pada sambungan dari tetangga dan dapat mengurangi risiko jaringan ilegal,” jelas Wahyudi.

Ia menambahkan bahwa sambungan listrik yang tidak sesuai standar keselamatan, seperti dari instalasi yang tidak resmi, berisiko tinggi. Oleh karena itu, BPBL diharapkan mengurangi praktik berbahaya tersebut.

Hingga Oktober 2024, program BPBL telah melistriki 23.737 rumah tangga di seluruh Jawa Timur, dan ditargetkan mencapai 26.605 rumah tangga pada akhir tahun. (dan) 

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist