Resmi Wakil Ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono akan kawal anggaran agar benar-benar untuk kepentingan masyarakat

Surabaya, MercuryFM- Peduli wong cilik dengan mengawal kebijakan eksekutif agar benar-benar memihak pada kepentingan masyarakat khusunya mengatasi kemiskinan di masyarakat, akan menjadi konsen Deni Wicaksono dalam perjalanan lima tahun kedepan, usai dilantik menjadi Wakil Ketua DPDR Jatim periode 2024-2029.

“Terima kasih kepada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri yang telah memberi penugasan ini, yang Insya Allah akan kami jawab dengan kerja keras penuh amanah untuk berbuat untuk wong cikik,” ujar Deni usai dilantik di gedung DPRD Jatim, Kamis (24/10/24)

“Tadi Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Pak Said Abdullah juga menekankan penugasan ini harus menjadi momentum untuk menyuarakan aspirasi wong cilik, mengawal penurunan kemiskinan yang masih sangat tinggi di provinsi ini,” lanjut pimpinan dewan termuda itu.

Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur itu mengatakan, bersama pimpinan DPRD lainnya, dia akan mengorkestrasi gerak lembaga legislatif tersebut agar semakin kuat dalam menjalankan fungsinya untuk mengawasi, menyusun kebijakan, dan menentukan politik anggaran di lingkungan Pemprov Jatim agar benar benar berpihak pada masyarakat.

“Seluruh gerak kebijakan dan penganggaran Pemprov Jatim harus didedikasikan untuk masyarakat. Kurangi program seremonial yang tak berkaitan dengan hajat hidup rakyat. Ingat, kemiskinan di Jatim ini lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Padahal, potensi di Jatim luar biasa besar,” ujar mantan aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga tersebut.

Menurut Deni, dari data yang ada, penduduk miskin di Jatim sendiri per Maret 2024 mencapai 9,79 persen (3,9 juta jiwa), lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 9,03 persen.

Bahkan, lanjut Deni, bila dirinci lebih detil, angka kemiskinan di perdesaan Jawa Timur menduduki urutan pertama atau memiliki persentase terbesar bila dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Jawa.

“Angka kemiskinan perdesaan di Jatim tembus dua digit, mencapai 13,3 persen, tertinggi dibanding provinsi lainnya,” ucapnya.

Dengan pimpinan DPRD Jatim 2024-2029 yang terdiri Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf dan empat wakil ketua, dirinya, Hidayat, Blegur Prijanggono, dan Sri Wahyuni, dirinya optimistis, gerak kepemimpinan di DPRD Jatim saat ini, akan dapat berjalan sinergis

“Kami akan bergerak secara kolaboratif untuk mengorkestrasi kerja-kerja kedewanan agar optimal untuk memastikan seluruh kepentingan wong cilik terakomodasi dalam kebijakan Pemprov Jatim,” jelasnya.

“Jadi panduan Pemprov Jatim harus jelas, yaitu keberpihakan ke masyarakat, kurangi pencitraan, dan fokus pada solusi atas problem yang dihadapi warga. Semuanya pasti kita kawal,” lanjut Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDIP Jatim dengan tegas.

Seperti diketahui, Pimpinan DPRD Jatim periode 2024-2029 terbentuk. Lima pimpinan DPRD Jatim yakni Ketua  Musyafak Rouf (PKB) dan empat wakil ketua, yakni, Dwni Wicaksonk (PDIP), Hidayat (Gerindra), Blegur Prijanggono (Golkar), dan Sri Wahyuni.(Demokrat) telah disahkan dan iambil sumpahnya oleh Ketua Pengadikan Tinggi Surabaya dalam rapat Paripurna DPRD Jatim, Kemarin (24/10/24).

Selain Pimpinan DPRD Jatim, Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Jatim.juga sudah terbentuk. (Ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist