Di Situbondo Risma menangis dengar gaji guru pesantren masih di bawah 100 ribu dan meminta 10 pemuda untuk dilatih wirausaha

Situbondo, MercuryFM – Calon Gubernur Jatim no urut 3, Tri Rismaharini (Risma) menagis ketika mendengar masih banyak guru pesantren (Utadz/Ustadza) masih menerima gaji dibawah 100 ribu perbulan. Hal ini terjadi ketika Risma malakukan silaturrahmi di YPP Khairus Shaleh Situbondo dan bertemu dengan para guru pesantren yang ada di wlayah Situbondo.

Setelah sesaat hening, Risma kembali memotivasi guru (ustadz/ustadzah), bahwa pihaknya akan meningkatkan insentif mulai dari Rp1 juta per bulan dan memberikan bea siswa sekolah para guru (ustadz/ustadzah). “Kalau pengajar yang masih lulusan SMA nanti disiapkan beasiswa untuk S1, kalau yang lulusan S1 nanti kita diapkan S2. “Supaya panjenengan guru (ustadz/ustadzah) bisa lebih sejahtera,” tegasnya.

Risma yang merupakan salah satu keturunan dari Kyai Ageng Basyariyah  merasa harus meningkatkan kesejahteraan para santri dan lingkungan pondok pesantren. “Hal ini yang musti saya angkat kesejahteraannya. Karena pesantren merupakan tempat untuk mendidik akhlak anak anak,” tuturnya.

Ke depan, Risma berharap agar para pengasuh pondok pesantren jangan malu dan dapat mengajukan program untuk memajukan pondok pesantrennya. “Jangan ada proposal-proposal lagi jika ingin ada usulan program atau permohonan. jika pakai proposal pasti ada yang main, ada yang nakal,” ujarnya.

“Lalu, Saya takut, proposal itu nanti ketinggalan di mobil atau tidak sempat baca dan periksa, itu nanti kasihan yang mengirim. Karena kalau tidak tepat, saya bisa dituntut di akhirat sana,” terangnya menambahkan. Sementara itu selain menyoroti rendahnya penghasilan/gaji guru pesantren, Risma dalam kedatangan ke Situbondo yangb juga bersilaturrahmi  ke Yayasan Nurul Aziz,

juga meminta 10 orang pemuda yang akan segera disiapkan untuk mengikuti pelatihan peternakan dan pertanian yang modern. Risma, kemudian meminta kepada Kiai Abdul Aziz, Pengasuh Yayasan Nurul Aziz untuk mendata para pemuda yang ingin mengikuti pelatihan yang di adakan kurang lebih selama 14 hari.

“Misalkan nanti ingin berternak kambing, kita akan latih untuk memelihara kambing. Atau mungkin ayam petelur. Yang jelas anak-anak muda ini jangan menunggu pekerjaan, harus berusaha, nanti kita akan latih,” ujar Risma.
Pemuda yang nantinya menjadi penerus bangsa dan negara, hendaknya tidak boleh menyerah dengan keadaan ekonomi saat ini.
“Sekali lagi jangan menunggu pekerjaan kantoran, kita bisa berusaha sendiri. Jadi petani, peternak itu jangan malu, wong itu halal kok,” papar Risma memotivasi para pemuda yang hadir. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist