Jakarta, MercuryFM – PLN Nusantara Power kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui capaian tiga Penghargaan Dharma Karya dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penghargaan ini diberikan pada Kamis (10/10) sebagai pengakuan atas dedikasi perusahaan dalam menerapkan program-program inovatif yang mendukung agenda nasional terkait perubahan iklim dan lingkungan, khususnya di sektor energi.
Pada ajang penghargaan tersebut, PLN Nusantara Power menerima tiga penghargaan bergengsi: Penghargaan Dharma Karya Utama untuk Tim Pengembangan PLTS Terapung Cirata, Penghargaan Dharma Karya Madya untuk Ardi Nugroho, Vice President Technology Development, atas kontribusinya dalam penerapan co-firing di 25 PLTU, serta Penghargaan Dharma Karya Muda untuk Sidik Wiyono atas pencapaiannya meraih PROPER Emas tiga kali berturut-turut sebagai Senior Manager Unit Pembangkitan Gresik.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas penghargaan tersebut. “Pengakuan ini adalah bukti nyata dari kerja keras kami dalam menjalankan program mitigasi perubahan iklim dan inovasi lingkungan. Kami akan terus berupaya mewujudkan visi Indonesia menuju energi yang bersih dan ramah lingkungan,” jelasnya dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/10/2024).
Salah satu program unggulan yang mendapatkan apresiasi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata berkapasitas 192 Megawatt Peak (MWp), yang menghasilkan energi listrik sebesar 245 gigawatt hour (GWh) per tahun. PLTS ini mampu melistriki lebih dari 50 ribu rumah dan mengurangi emisi karbon sebesar 214 ribu ton CO2 setiap tahunnya, menjadikannya sebagai pionir dalam sektor energi terbarukan di Indonesia.
PLN Nusantara Power juga terus berinovasi dalam teknologi ramah lingkungan, salah satunya melalui implementasi co-firing biomassa di 25 unit pembangkit listrik di seluruh Indonesia. Teknologi ini memungkinkan pembangkit untuk menggunakan bahan bakar alternatif seperti serbuk kayu dan cangkang sawit, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung transisi menuju energi yang lebih hijau. Upaya ini sejalan dengan target Indonesia untuk mencapai netral karbon pada tahun 2060.
Sepanjang tahun 2023, PLN Nusantara Power telah memproduksi 525,62 GWh energi bersih dan berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 533.291 ton CO2, memperlihatkan kontribusi nyata dalam upaya pengurangan dampak perubahan iklim.
Selain keberhasilan teknis, PLN Nusantara Power juga berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat sekitar, seperti yang terlihat pada Unit Pembangkitan Gresik, yang meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berkat inisiatif sosial dan lingkungan yang konsisten.
“Keberlanjutan lingkungan bukan hanya menjadi tugas, tetapi sudah menjadi DNA kami di PLN Nusantara Power. Kami akan terus bergerak maju membawa manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar,” tambah Ruly.
Dengan raihan ini, PLN Nusantara Power semakin menegaskan posisinya sebagai pemimpin dalam transformasi energi hijau di Indonesia. (dan)

