Silaturahmi ke Ponpes Alfalah Temboro, Risma: Ponpes miliki peran penting dalam mendidik generasi muda

Magetan, MercuryFM- Calon Gubernur Jatim no urut 3 Tri Rismaharini (Risma) disambut hangat oleh pimpinan pesantren, KH Ubaidillah Ahror (Gus Ubed), beserta jajaran pengurus pondok, saat silaturtahmi yang dilakukan Risma di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah, Temboro, Kabupaten Magetan, Jumat (11/10/24).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Gus Ubed menyampaikan harapan akan peran pemerintah yang menjadi lebih nyata dalam pembangunan agama dalam kerangka kebangsaan.

“Jangan sampai yang masuk Surga, hanya masyarakat saja. Pemimpin juga harus ikut masuk surga,” ujarnya

Risma lalu sampaikan peran penting Ponpes dalam mendidik generasi muda, namun sekaligus mengungkapkan keprihatinannya terkait minimnya dukungan Pemerintah yang diterima oleh Ponpes selama ini, khususnya untuk kesejahteraan para Guru/Ustadz.

Risma menekankan bahwa Ponpes seperti Al Fatah Temboro ini, memiliki kontribusi besar dalam membantu pemerintah dengan menampung Anak-Anak Bangsa yang membutuhkan Pendidikan.

“Bayangkan kalau Anak-Anak Bangsa ini tidak ada yang menampung, Anak-Anak kita akan lari ke mana? Mereka bisa kehilangan arah dan tujuan hidup,” ucap Risma dengan nada prihatin.

Risma juga menambahkan bahwa Ponpes merupakan bagian Integral dari Sistem Pendidikan Nasional, sehingga pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi kebutuhannya.

Risma secara khusus menyoroti rendahnya gaji para Guru/ustadz yang hanya sekitar Rp150 ribu per bulan, sebuah angka yang menurutnya jauh dari layak mengingat peran besar mereka dalam mendidik Anak-Anak Negeri ini.

Sebagai solusi, Risma berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan Guru/Ustadz melalui program insentif yang lebih manusiawi, termasuk mendukung operasional pesantren seperti listrik dan air.

Selain itu, Risma juga berencana memperbaiki infrastruktur pesantren secara bertahap, mengingat banyaknya jumlah pesantren di Jawa Timur.

“Infrastruktur seperti gedung harus memenuhi standar agar tidak ada risiko kegagalan konstruksi,” tegasnya.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur, Risma juga menawarkan program pembinaan kewirausahaan bagi para santri agar mereka memiliki keterampilan mandiri setelah lulus, terutama bagi santri yang tidak melanjutkan pendidikan formal.

“Kita tidak ingin Ponpes tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga tempat pengembangan hidup dan kehidupan,” ucapnya.

Melalui kunjungan ini, Risma menegaskan komitmennya untuk mendukung Ponpes melalui tiga fokus utama. Yakni peningkatan pendidikan, kesejahteraan pengajar, dan kemandirian santri. Ia berharap

“Saya berharap pesantren di Jawa Timur bisa menjadi pusat pemberdayaan yang tidak hanya mendidik tetapi juga mempersiapkan generasi muda yang mandiri dan berdaya saing di masa depan,” tegasnya. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist