Menginspirasi! Dewangga, Siswa SD yang Ubah Sisa Makanan Jadi Berkah dengan Budidaya Maggot

Surabaya, MercuryFM – Di usia yang baru menginjak 9 tahun, Dewangga Kasyafa Prestian, siswa kelas 4 SD Al Hikmah Surabaya, sudah memberikan kontribusi luar biasa bagi lingkungannya. Dengan tekad kuat dan kepedulian terhadap sampah organik, Dewangga berhasil mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat—budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Proyeknya tidak hanya membantu mengatasi masalah sampah, tetapi juga menghasilkan keuntungan ekonomi.

Awal Mula Ide Kreatif Dewangga

Dewangga mengaku, ide budidaya maggot ini muncul dari kepeduliannya terhadap masalah sampah organik yang belum tertangani dengan baik di lingkungannya. Ia melihat masih banyak orang yang belum sadar akan pentingnya memilah sampah, terutama di kota besar seperti Surabaya. Bermodal semangat dan dukungan dari keluarga, Dewangga memulai proyek budidaya maggotnya pada Februari 2024. Saat itu, ia mendirikan Kandang Maggot DW di rumahnya.

Sejak awal, Dewangga terbiasa memilah sampah dari rumah. Sampah organik, seperti sisa makanan, diolah menjadi pakan bagi maggot yang ia pelihara. Bahkan, di sekolahnya, Dewangga juga memanfaatkan sisa makanan dari kantin sebagai sumber pakan maggot. “Aku dapat sisa makanan dari prasmanan sekolah, langsung setelah makan siang selesai,” katanya bangga saat ditemui di rumahnya kawasan Kebonsari, Minggu (22/9/2024).

Tidak hanya itu, Dewangga juga aktif mengumpulkan sisa sayur mayur dari pasar, dan ke depan ia berencana menggandeng hotel serta restoran untuk mendapatkan lebih banyak limbah organik. Warga sekitar pun ikut berkontribusi menyuplai sisa makanan untuk mendukung budidaya maggot Dewangga.

 

Hasil yang Mengagumkan

Hingga saat ini, Dewangga telah mengolah lebih dari 12 ton sampah organik dan memanen sekitar 1.200 kg maggot. Dari hasil penjualan maggot, Dewangga berhasil mendapatkan penghasilan sebesar Rp1.268.000. Selain itu, proyeknya juga telah tersosialisasi kepada lebih dari 7.000 orang, menginspirasi mereka untuk memulai langkah serupa.

Menurut Dewangga, budidaya maggot BSF tidak hanya dapat membantu menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata. “Ketika maggot dipanen, kita juga mendapatkan kasgot, yang bisa digunakan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanaman,” jelasnya.

Masa Depan yang Cerah untuk Generasi Muda

Sebagai finalis Pangeran Lingkungan Hidup 2024, Dewangga berharap teman-temannya bisa ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan melalui budidaya maggot. Cita-citanya untuk menjadi dokter hewan juga menunjukkan betapa besar kecintaannya terhadap alam dan makhluk hidup.

Maggot, atau larva dari lalat Black Soldier Fly, dikenal memiliki potensi besar untuk dibudidayakan. Selain menjadi pakan untuk ayam, burung, dan ikan, maggot juga bisa dijual dengan harga yang menguntungkan. Bagi Dewangga, usaha ini tidak hanya memberikan keuntungan, tetapi juga memberikan solusi untuk permasalahan lingkungan.

Dengan semangatnya yang luar biasa, Dewangga telah membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk membuat perubahan besar.(dan)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist