Surabaya, MercuryFM – Anggota DPRD Jatim periode 2024-2029 sampai dengan hari ini masih belum bisa melaksanakan tugasnya sebagai anggota DPRD Jatim. Beberapa agenda tugas kedewanan salah satunya yang mendesak, yakni pembahasan RAPBD Jatim 2025 masih belum bisa dilakukan oleh anggota DPRD Jatim.
Pasalnya sudah hampir satu bulan sejak 120 anggota DPRD Jatim dilantik tepanya 31 Agustus 2024 kemarin, pimpinan DPRD Jatim definitif belum terbentuk. Imbasnya alat kelengkapan dewan lainnya seperti komisi-komisi dan badan yang ada di DPRD Jatim belum bisa tersusun.
Sampai dengan saat ini partai partai yang berhak menduduki kursi Pimpinan DPRD Jatim yakni PKB, PDI Perjuangan (PDIP), Partai Gerindra, Golkar dan Demokrat, hanya PKB dan Golkar sudah menyerahkan nama kadernya.yang duduk sebagai anggota DPRD Jatim sebagai piminan DPRD Jatim.
PKB sudah menyerahkan nama Musyafak Rouf sebagai calon Ketua DPRD Jatim dan Partai Golkar menyerahkan nama Blegur Prijanggono sebagai calon Wakil Ketua DPRD Jatim.
Sedangkan tiga partai lainnya yakni PDIP, Partai Gerindra dan Demokrat sampai saat ini belum menyerahkan nama kadernya untuk calon Wakil Ketua DPRD Jatim.
Ketua DPD Gerindra Jatim, Anwar Sadad ketika dikonfirmasi terkait nama anggotanya di DPRD Jatim yanga akan ditunjuk sebagai pimpinan DPRD Jatim mengatakan saat ini masih menunggu keputusan DPP. Dan dalam waktu dekat pihaknya akan segera menyerahkan nama setelah ada keputusan DPP.
“Insya Allah dalam waktu dekat, kami sudah siap memutuskan. DPD hanya mengusulkan dua nama, yaitu Alvis dan Dayat, tetapi keputusan final ada di DPP. Sehari dua hari lagi, mungkin sudah ada keputusannya,” ujar Sadad.
Terpisah, PDI Perjuangan juga masih dalam proses finalisasi nama calon. Sekretaris DPD PDIP Jatim, Sri Untari Bisowarno, menyebut bahwa semua keputusan ada di tangan DPP.
“Sudah ada pansusnya, jadi kita serahkan ke Pansus. Nama-nama masih dalam pembahasan di DPP, dan kapan finalnya, kami belum bisa memastikan. Tapi begitu ada keputusan, pasti segera kami sampaikan,” tegasnya.
Sedangkan Demokrat sendiri masih belum memberikan keterangan pasti terkait pengajuan nama calon pimpinan mereka. Keterlambatan ini jelas menambah ketidakpastian.
Akibat belum terbentuknya pimpinan DPRD yang berimbas pada belum terbentuk alat kelengkapan dewan membuat gedung DPRD Jatim tidak ada kegiatan. Kegiatan hanya dilakukan saat pimpinan sementara menggelar rapat Paripurna serta kegiatam sebagian anggota yang menjadi anggota tim penyusun Tata Tertib (Tatib) DPRD Jatim.
Imbasnya suasana kosong tampak di beberapa ruang di DPRD Jatim. (ari)

