Surabaya, MercuryFM – Talk show Rumah UMKM 96FM Mercury Surabaya, edisi Rabu (21/08/24), “Trend Sirop Herbal Untuk Gen Z” kedatangan pelaku umkm Owner Omah Kulineran, Dian Levi Indriyani, SE yang juga alumni Barto and Friends tergabung di Rumah Umkm Mercury.
Mengawali perbincangan, kepada 96FM Levi sapaan akrab Dian Levi Indriyani menjelaskan, nama Omah Kulineran didapat karena memang dulu, tepatnya sepuluh tahun lalu sempat punya kedai kecil di rumah yang saat itu berjualan aneka manakan dan minuman khas Bandung, sepeti Siomay, Batagor dan Es Oyen.
“Itu awal sejarah terciptanya brand Omah Kulineran, yang dipakai sampai sekarang untuk produk yang berbeda, yakni aneka sirop dan minuman herbal,” terang Levi.
Omah kulineran awal saat berjualan Siomay dll dulu itu, kata Levi berjalan hampir lima tahun. “Karena makanan khas Bandung saat itu seperti Es Oyen lagi buming memang. Setelah lima tahun berjalan tutup, karena personilnya sibuk dengan aktifitas masing-masing dan belom ada pegawai,” kenang Owner Omah Kulineran ini.
Namun menurut Levi, setelah sempat off beberapa saat Omah Kulineran berganti produk dengan membuat olahan ‘Ungkepan.’ “Setelah kedai off karena keterbatasan personil, akhirnya putar otak menemukan jawaban dengan membuat produk yang dijual secara offline. Produknya olahan ayam ungkep Surabaya. Karena tinggal di Menganti itu dekat dengan setra pedagang ayam. Ayam potong, ayam sotoan ada, ayam jawa, bebek dan lainnya. Tentu dapat harganya pasti lebih murah,” kata Levi.
Menurutnya, menjalani usaha online ayam ungkep ini saat itu berjalan baik. “Sempat ada oderan sehari itu dua ratus potong. Usaha ini hanya berjalan selama tiga tahun, sekitar sampai tahun 2018,” kenang Levi. Lagi-lagi Levi mengaku, close kitchen dari usaha ini karena keterbatasam SDM, dan tidak bisa handle langsung.
Owner Omah Kulineran ini mengatakan, meski sudah menjadi abdi negara sebagai ASN sejak tahun 2005 yang bertugas di tengah Kota Surabaya, namun karena dasarnya itu suka jualan tetap sepulang dari bertugas, buka lapak menjadi pelaku umkm. “Pagi ASN sore buka lapak jadi pelaku umkm. Dasarnya itu suka masak dan jualan, dinikmati saja selama ini,” kelakar Levi. 
Nah dari sinilah, terang Levi, produk Omah Kulineran selanjutnya itu lahir dari kondisi Covid-19 melanda dunia dan Indonesia saat itu, sekitar tahun 2020. “Sirup Herbal Omah Kulineran lahir saat kondisi Covid-19 atau Corona. Waktu itu satu rumah pada terkena Corona, yang alhamdulillah tidak tena itu hanya saya dan satu keponakan,”kenang Levi.
Owner Omah Kulineran ini menjelaskan, kondisi saat itu yang mengharuskan untuk menyediakan imun booster agar tidak mudah terserang Covid inilah, tercipta Sirup Botanical Herbal. Meski awalnya itu bukan dalam bentuk sirop, tapi lebih pada olahan minuman herbal yang bisa dikonsumsi untuk sehari-hari. Pertama kali buat itu, Kunyit Asam memang khasiatnya itu booster imun,” kata Levi.
Sampai sekarang itu, menurut Levi, produksi dari Omah Kulineran ‘Minuman Botanical’ terdiri dari empat varian. Best seller itu, pertama sirup Telang, kedua Jeruk Nipis Sereh, ini yang Gen Z suka loh, selain ada juga Kunyit Asam dan Jahe Merah. “Justru Minuman Botanical ini gencar-gencarnya dicari awal tahuun 2023,” terang Levi.
Selengkapnya obrolan bersama Owner Omah Kulineran yang juga seorang ASN ini, bagaimana caranya membagi waktu sebagai Abdi Negara dan pelaku umkm? Bisa anda simak di chanel youtube radiomercury 96. (Nla)

