Jakarta, MercuryFM- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mantap untuk mengusung dan mendukung Pasangan Muhammad Fawait (Gus Fawait) dan Djoko Susanto di Pilkada Jember 27 Nopember 2024 mendatang.
Ini tampak dengan diberikannya pasangan ini dokumen B1-KWK dari DPP PKS yang nantinya akan digunakan untuk mendaftar ke KPU Jember sebagai Calon di Pilkada Jember 2024. Yang langsung di berikan oleh Presiden PKS Achmad Syaikhu di Jakarta bersama beberapa calon kepala daerah di daerah lain di Pilkada serentak.
Presiden PKS Akhmad Syaikhu mengatakan calon calon yang di usung dan didukung termasuk Jember adalan orang-orang terpilih dan diyakini akan membawah kebaikan bagi masyarakat yang memilihnya.
“Insyaalllah mereka calon yang direkom PKS adalah orang-orang yang bisa membawa kemajuan, membawa manfaat kepada umat di Kabupaten masing-masing,” ujar Akhmad Syaikhu
Sementara itu Gus Fawait mengucapkan terima kasih atas kepercayaaan PKS yang mengusing dan mendukung dirinya dan Djoko Susanto sebagai pasangan calon di Pilkada Jember. Ini merupakan amanah.yang akan dijalankannya dengan sebaik baiknya.
“Alhamdulillah hari ini saya bersama Pak Joko didampingi pengurus PKS Jember, Ketua Sekretaris DPD PKS Jember, juga Ketua PKS Jawa Timur bersama-sama menerima B persetujuan partai KWK atau B1 KWK dari PKS untuk maju sebagai calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Jember. ” ujar politisi Gerindra ini, selasa 20 Agustus 2024.
Gus Fawait mengatakan orang Jember tidak boleh miskin lagi, orang Jember tidak boleh banyak yang nganggur lagi. Orang Jember harus menerima keadilan.
Kue pertumbuhan ekonomi harus lanjutnya harus dinikmati sebanyak-banyaknya oleh warga Jember, bukan oleh segelintir orang, sekelompok orang. Dengan begitu masyarakat Jember merasakan keadilan.
“Saya sebagai orang yang dipercaya oleh PKS untuk mengabdi di Kabupaten Jember tentu akan memegang kepercayaan ini sebaik mungkin, semaksimal mungkin, seamanah mungkin,” ucap politisi muda asli Jember ini.
Kata Gus Fawait, masalah di Jember adalah masalah kemiskinan, masalah di Jember adalah masalah ketimbangan pendapatan, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Ini harus segera diperbaiki kedepannya.
“Masalah di Jember adalah masalah pengangguran. Mereka harus kita bantu. Mudah-mudahan amanah ini bisa kami jalankan sebaik mungkin.” pungkas politisi yang juga Presiden Laska Sholawat Nusantara ini. (ari)

