Surabaya, MercuryFM – Jemur Wonosari merupakan desa binaan Rumah Zakat cabang Surabaya dengan program utama Ramah Lansia dan Kebun Gizi. Ada 107 anggota yang aktif terdaftar di dalamnya dengan sebutan Lunamaya, “Lanjut Usia Namun Masih Berkarya”.
Dan terdapat kebun mini yang dimanfaatkan warga setempat untuk aktifitas berkebun. Rumah Zakat sendiri memiliki empat program. Dua diantaranya, Pendidikan dan lingkungan. “Fokus Rumah Zakat ini empat program, Diantaranya, konsen pada bidang pendidikan dan lingkungan,’’ kata Representative Manager Rumah Zakat Perwakilan Jatim, Yoki Hidayat didampingi Zirzi Zubair, yang menjabat Program Head Rumah Zakat Cabang Surabaya di Kebun Gizi binaan Rumah Zakat di Kawasan Pabrik Kulit Wonocolo Surabaya Rabu (26/6/2024).
Yoki menjelaskan kebun gizi binaan Rumah Zakat tidak hanya ada di Surabaya. Tetapi ada di Malang, Banyuwangi serta satu kota lainnya. Keberadaan kebun mini di Surabaya ini kerja sama dengan Pemkot Surabaya dengan memanfaatkan lahan kosong. Demikian juga dengan tiga kota lainnya.
Sementara itu Ketua Kelompok Tani Mugi Lestari Kelurahan Jemur Wonosari Kecamatan Wonocolo, Saiin, menambahkan perkebunan mini sangat membantu aktifitas warga setempat. Khusuusnya para lansia agar memiliki kegiatan setelah mereka pensiun.
“Contohnya saya sudah pensiun dari aparatur sipil negara/ASN di Provinsi Jatim. Dengan adanya kebun mini ini, saya setelah pensiun tidak berdiam diri di rumah, tetapi ada kegiatan berkebun Bersama para lansia lainnya,’’ kata Saiin.
Menurut dia, satu tanaman buah melon ini dapat menghasilkan dua melon premium yang harganya cukup mahal setelah masa panen 80 hari. ‘’Satu melon premium beratnya rata-rata 2 kilogram. Padahal di kebun mini khususnya tanaman melon ada 30 pohon,’’ ujarnya.
Yang jelas, kata Saiin, pihaknya berterimakasih pada Rumah Zakat yang telah memberdayakan warga untuk berkebun serta membangun UMKM lainnya di sekitar kebun gizi ini. (dan)

