Surabaya, MercuryFM – Kemenangan PKB dalam Pemilu Legislatif (Pilleg) 2024 di Jatim, membuat partai yang didirikan NU ini mulai membuat target kemanangan cukup tinggi di Pilkada serentak Jatim September mendatang.
Tidak tanggung tanggung Partai yang diketuai Muhaimin Iskandar ini menargetkan akan memenangkan 60 persen pelaksanaan Pilkada Serentak di Jatim. Optimis ini sejalan dengan hasil kemenangan di Pileg 14 Februari lalu.
“Pembahasan sementara ini memang belum mengerucut, apakah PKB mengusung sendiri atau mengusung bersama-samapartai lain, dan siapa orang yang diusung tersebut. Sampai sekarang belum ada keputusan. Namun yang jelas kita targetkan bisa memenangkan 60 persen pelaksanaan pilkada serentak Jatim nanti” ujar Sekertaris DPW PKB Jatim Anik Maslachah, Rabu (28/02/24).
Menurut Anik, target ini cukup beralasan karena dari hasil perolehan suara C1 data yang dikumpulkan para saksi PKB di Pemilu 2024 kemarin, PKB berhasil memenangi Pileg di 18-19 kabupaten/kota atau separoh jumlah kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jatim.
“Alhamdulillah kita menang dibenerapa Kota Kabuoaten di Jatim, hasil data C1 yabg kita kumpulkan dari saksi TPS. Kita menang diantaranya di Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro. Kemudian wilayah Mataraman ada yang baru yakni Magetan. Lalu wilayah Tapal Kuda mulai Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang. Dan wilayah Madura,” jelasnya.
Ditambah lagi lanjutnya perolehan suara di DPRD Jatim Provinsi Jatim naik dari 25 kursi Pemilu 2019 kemarin, saat ini hasil Pemilu 2024 naik menjadi 27 kursi. Kemudian untuk perolehan kursi DPRD kabupaten/kota di Jatim juga mengalami kenaikan dari 326 kursi menjadi 354 kursi.
“Ini artinya potensi kekuatan electoral yang dimiliki PKB. Sehingga dalam Pilkada, kita optimis meraih kemenangan minimal 60 persen,” terang Anik.
Di sisi lain, PKB saat ini kata Wanita yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim ini, juga memiliki 12 kepala daerah di Jatim dan sebagian besar bisa maju lagi menjadi calon incumbent. Namun apakah akan diusung lagi oleh PKB, itu tergantung pada keputusan DPP nantinya.
“Ketua umum khan sudah menyatakan sendiri akan ada evaluasi terhadap beberapa kepala daerah di Jatim yang tidak maksimal di Pilpres. Jadi itu kewenangan DPP, jadi kita tidak punya kewenangan apa-apa. Setahu saya sih ada dua yaitu Sidoarjo dan Kota Pasuruan,” terangnya.
Politisi asli Sidoarjo ini juga mengatakan DPW PKB Jawa Timur optimis dapat mengantarkan calon kepala daerah yang kompeten. Baik itu diusung secara mandiri maupun melalui koalisi dengan partai lain.
“Yang pasti di (Pilkada) 38 kabupaten/kota, kita akan memberangkatkan calon. Jadi, siap memberangkatkan baik gubernur (Pemilihan Gubenur) maupun (Pilkada) 38 kabupaten/kota,” pungkasnya. (ari)

