Surabaya, MercuryFM – Beberapa langkah telah disiapkan PT Jamkrida menyambut rencana Pemerintah Provinsi Jatim yang akan menambah modal PT Jamkrida 100 miliar, yang juga telah mendapat lampu hijau dari Komisi C DPRD Jatim yang juga akan menyetujui besaran modal tersebut.
Direktur PT Jamkrida, Untung Heri Sukariyanto mengatakan beberapa ekpansi sudah disiapkan untuk meningkatkan performance Jamkrida dengan tambahan modal tersebut.
“Beberapa langkah diantaranya akan meningkatkan rasio penjaminan disektor pertanian 35, perdagangan jasa perkebunan 10 dan jasa juga industri dan pengolahan 35 yang selama sudah dilakukan,” ujarnya saat dikonfirmasi usai diskusi publik Sinergi BUMD Jatim jelang penyertaan modal PT Jamkrida Jawa Timur yang digelar Pokja Wartawan DPRD Jatim, di gedung DPRD Jatim, Selasa (30/06/26).
“Untuk sektor pertanian kita alokasikan 35% Perdagangan, Perkebunan dialokasikan 10%, dan Industri, Jasa dan Pengolahan 35% sisanya kita sasar sektor lainnya,” lanjutnya.
“Suntikan dana segar ini diproyeksikan mampu mendongkrak kapasitas penjaminan kredit bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga Rp4 triliun,” lanjutnya.
Untung juga mengatakan berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jamkrida memiliki batas maksimum penjaminan (gearing ratio) hingga 40 kali lipat dari total modal yang dimiliki. Dengan asumsi rata-rata kredit UMKM sebesar Rp37,5 juta, tambahan modal Rp100 miliar ini diperkirakan dapat memberikan manfaat penjaminan kepada sekitar 106.667 UMKM baru di Jawa Timur.
“Suntikan modal ini akan melengkapi capaian Jamkrida Jatim yang hingga tahun 2025 telah memfasilitasi penjaminan bagi 274.000 UMKM. Jika tambahan ini terealisasi, total UMKM yang terkaver oleh Jamkrida Jatim diproyeksikan melonjak hingga menembus angka 380 ribu pelaku usaha,” jelasnya.
Pihak manajemen Jamkrida Jatim kata Untung juga menyatakan tetap bersyukur atas komitmen Pemprov Jatim, meskipun anggaran yang disetujui belum memenuhi target pengajuan awal 300 Mikiar.
“Tambahan modal berapapun, 100 yang rencana di setujui Komisi C DPRD Jatmm, dipastikan akan dikelola secara optimal demi memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha akar rumput,’ tegasnya.
Sebagai informasi, Jamkrida Jatim sebenarnya memiliki target modal dasar ideal sebesar Rp600 miliar yang disepakati oleh pemegang saham saat pembentukan awal perusahaan. Namun, realisasinya disesuaikan kembali dengan kemampuan keuangan daerah. Saat ini modal yang telah disetor tercatat sebesar Rp180 miliar, dan akan bertambah setelah suntikan dana baru ini cair.
Sampai saat ini, rencana tambahan modal tersebut masih berjalan di legislatif, nominal Rp100 miliar tersebut masih bersifat dinamis dan menunggu keputusan final pengetukan palu (dok) anggaran di DPRD Jatim.
Sementara itu data di Jamkrida, Jamkrida sampai saat ini selain bersinergi dengam Bank Jatim dan Bank BPR-UMKM, juga bersinergi 35 BPR Kab-Kota di Jatim.
Selain itu pihak Jamkrida juga menjadi penjamin proyek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa tempat di Jatim. Termasuk berkolaborasi dengan 81 BPR milik swasta yang ada di Jatim.
Sedangkan dengan pihak bank milik pemerintah pusat (Himbara) sudah dilakukan kolaborasi dengan BRI dan menjalin proses dengan Bank Mandiri. (ari)

