Perlu ada lembaga khusus untuk awasi Jembatan Suramadu

Surabaya, MercuryFM – Lindungi keberadaan Jembatan Suramadu dari aksi pencurian di sekitar jembatan. Terakhir aksi pencurian besi antikarat tiang pancang Jembatan Suramadu, membuat muncul wacana pembentukan lembaga khusus pengawasan Jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa (Surabaya) dan Madura.

Menurut Anggota Komisi D DPRD Jatim Harisandi Saviri, pencurian yang terjadi beberapa waktu lalu, membuktikan lemahnya pengawasan terhadap keberadaan Jembatan Suramadu.

Patoli yang selama ini dilakukan oleh pihak kepolisian lanjutnya, hanya sebatas pengawasan di sekitar jalan jembatan Suramadu tidak secara menyeluruh.

“Beberapa kalangan akademisi mendorong desakan pembentukan lembaga khusus atau pengetatan keamanan 24 jam untuk melindungi infrastruktur vital yang sering diincar ini. Tentu usulan para akademisi tersebut saya dukung sepenuhnya,” ujar politisi PKS ini, Selasa (24/03/26).

Kata Harisandi tindakan pencurian komponen struktur mengancam keselamatan dan kelaikan jembatan dalam jangka panjang.

“Aksi pencurian tersebut menyebabkan kerugian material ratusan juta rupiah. Yang miris lagi para pelaku mengaku sudah melakukan pencurian sebanyak 21 kali. Coba bayangkan jika hal ini dibiarkan tentunya bisa saja jembatan ambruk dan bisa merengkrut nyawa manusia yang melintas,” jelasnya.

Selain itu, kata Harisandi Savari dirinya sepakat di bentuk badan khusus, juga untuk pengawasan intensif mencegah kerusakan fatal dan merespons cepat terhadap gangguan struktur jembatan, terutama dengan tingginya volume kendaraan setiap hari.

Tujuan lainnya bagi sektor ekonomi di Madura terkait keberadaan badan khusus ini, kata Ketua Kadin Pemekasan ini, juga untuk memastikan Suramadu benar-benar bisa menjadi pendorong percepatan ekonomi wilayah Madura dan tidak sekadar menjadi jalur perlintasan.

“Usulan ini akan kita seriusi dan akan saya masukkan ke Fraksi dan Komisi, sehingga badan khusus itu bisa terbentuk. Ini dilakukan untuk bisa memberikan perlindungan maksimal terhadap keberadaan jembatan Suramadu,” tegasnya.

Sekedar diketahui, beberapa waktu lalu pihak polres Bangkalan menangkap tujuh nelayan yang melakukan pencurian besi anti karat yang dipasang di tiang pancang Suramadu.

Para nelayan yang ditangkap tersebut diantaranya adalah M (42) dan AR (42) dari Bangkalan.

Lalu lima lainnya berinisial A (26), MS (34), F (30), B (33), dan HT (32) dari Gresik. ketujuh nelayan itu kini telah ditangjap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Bangkalan. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist