Surabaya,MercuryFM- Kebutuhan masyarakat tidaklah pernah surut, melainkan selalu bertambah. Mungkin hal tersebut yang menjadikan industri baru terus bertumbuh dan berkompetisi untuk memberikan inovasi terbaru di setiap harinya. Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM) selalu menjadi lirikan dalam kancah industri dagang, selain pertumbuhan mereka yang pesat, invoasi yang ditawarkan dapat terbilang cukup organik (orisinil). Namun, apakah benar industri UMKM sesuai dengan penjabarannya? Mikro, kecil dan sebatas sampai tengah saja (produksi dan kualitas produk).
Kilas balik pada 2020 silam, UMKM ‘tiarap’ selama sekian tahun akibat COVID-19. Tidak banyak yang dapat dilakukan selain menjajakan produknya melalui daring, baik sosial media maupun perorangan dengan telfon, seolah mereka (UMKM) disulap begitu saja oleh keadaan untuk mencari konsumen dan pasar baru pada era COVID-19.
Kini telah bergulir maju, sektor ekonomi terutama di Surabaya telah perlahan bangkit dan melompat kembali. Presiden Indonesia, menyokong melalui BPUM (Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro) dan Pemerintah Kota Surabaya melalui program pengembangan lainnya, UMKM di Surabaya kini dapat kembali berporduksi, bahkan lebih masif dari sebelumnya.

Terdapat bilik karya milik Crown Prince Hotel Surabaya yang berlokasi di Jl. Basuki Rahmat nomor 123 Surabaya yang sudah konsisten kurang lebih dua atau dua tahun setengah untuk memamerkan dan mendukung UMKM pada area lobby hotel.
Menggandeng Komunitas E-UKM Surabaya yang berlokasi di Jl. Barata Jaya 17 nomor 11 Surabaya dibawah naungan Ibu Hermin Sugianingsih, Crown Prince Hotel berkolaborasi melalui sektor industri produk aksesoris dan pakaian.
Fay (26), tamu hotel yang tertarik dengan beberapa display yang ada pada Bilik Karya milik Crown Prince Hotel Surabaya “Lucu-lucu produknya dan rapih loh! (jahitan produk)” ungkap Fay pada saat memilh-milih produk UMKM. Produk yang dipajang terbilang cukup bervariasi, mulai dari kalung, tas jinjing, scraft, pakaian bahkan sambal khas Surabaya juga tersedia, seolah memang dalam satu bilik ragam buah tangan terasa lengkap.
Jika berbicara perihal harga, dengan produk yang tersedia harga yang ditawarkanpun tidaklah terlalu berlebihan (mahal), sekitar di harga empat puluh lima ribu rupiah hingga seratus ribu untuk rata-rata harga jual tas dan pakaian (dress atau blouse), terbilang cukup fair dengan kualitas yang ditawarkan.

Dalam beberapa tahun terakhir Crown Prince Hotel telah berhasil bersinergi dengan UMKM lokal Surabaya dan adapun beberapa amenities (perlengkapan kamar hotel dan fasilitas) yang telah menggunakan UMKM sebagai pemasok, namun pada 2025 Crown Prince Hotel berniat untuk menggunakan seluruh amenities hotel dengan menggunakan produk UMKM, “toh ya produk kawan-kawan konsisten, yang terpenting konsistensi, baik dalam kemampuan jumlah produksi dan kualitas”, ujar Ahmad Nidhom selaku Room Divison Manager (RDM) Crown Prince Hotel saat berbincang perihal resolusi pengembangan UMKM bersama Crown Prince Hotel pada kuartal dua atau tahun selanjutnya.
Crown Prince Hotel Surabaya merupakan hotel bintang 4 yang berada di tengah kota Surabaya. Terletak di Jalan Basuki Rahmat No. 123 – 127, Surabaya. Ragam fasilitas seperti kolam renang, spa hingga lounge menjadi pelengkap fasilitas yang di berikan.
Informasi lebih lanjut:
Crown Prince Hotel Surabaya Hotel Surabaya
Call : (031)5450090
WA : +62 811-3099-668
Theo: Public Relation Executive (082229634647). (Red)

